Yamaha

Polisi Tangkap Pemodal Tambang Emas Ilegal di Bogor

  Senin, 13 Januari 2020   Husnul Khatimah
Kapolres Bogor, AKBP Mohamad Joni, membeberkan pelaku penambangan emas tanpa izin. (ayobogor/Husnul Khatimah)

CIBINONG, AYOBOGOR.COM -- Polres Bogor menangkap dua orang pelaku yang diduga sebagai pemilik modal tambang emas ilegal. Kedua orang pelaku inisial MAR (24) dan ATA (33) warga asal Desa Banyu Resmi Kecatamatan Cigudeg Kabupaten Bogor ditangkap sedang beroperasi di lubang gurandil (galian emas liar).

Kapolres Bogor, AKBP Mohamad Joni mengatakan para pelaku melakukan penambangan emas tanpa ijin, tanpa memiliki dokumen tambang. Mereka melakukan tambang ilegal di tiga lokasi yakni Gunung Puntang, Lubang Cingalang dan Lubang Cisapon Desa Banyuresmi Kecamatan, Cigudeg Kabupaten Bogor. 

"Yang kita tangkap ini adalah orang yang jadi pemodal termasuk yang lakukan pengolahan yang dia mempunyai masing-masing lobang tambang," ujar Joni di Mapolres Bogor, Senin (13/1/2020).

Joni mengatakan pemilik modal tambang yang ditangkap ini adalah pelaku yang dmenggerakkan tambang ilegal. Pelaku biasanya memperkejakan 40 penambang untuk satu lobang tambang yang digarap.

AYO BACA : Pencarian Tiga Korban Longsor Sukajaya Dihentikan

"Mereka ada beberapa lobang yang setiap lobannya diberikan nama, setiap lobang dipekerjakan 40 orang digaji harian bisa sampai 100.000, mereka bisa berhari-hari bahkan berbulan karena sebelum dapat hasil mereka gak pulang maka sebelum kesana membawa genset peralatan lain-lain menginap disana berdiri kan tenda," kata Joni. 

Dia mengatakan para pekerja tambang itu akan mendapatkan hasil tambang berupa batu-batuan di lokasi tambang. Batuan tersebut kemudian diolah hingga menjadi emas. 

"Hasil tambang tersebut berupa batuan, kemudian diolah menggunakan sianida atau merkuri untuk  memisahkan batuan dengan emas, setelah jadi emas baru dikumpulkan ke tempat pengepul dari pengepul dijual ke toko-toko," terang Joni. 

Berdasarkan pengungkapan polisi mengamankan 80 karung bahan emas, 70 buah gelundung alat pengolah emas, 5 buah mesin penggerak alat pengolah emas dan barang bukti lainnya.

Atas perbuatannya kedua pelaku dijerat  pasal 158 dan 161 UU no 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar.

"Tentunya dari proses hasil pengungkapan ini kita akan kembangkan baik ke pelaku yang terlibat dalam pengolahan tersebut termasuk mungkin ada lagi pemodal yang mungkin lebih besar," kata Joni. 
 

AYO BACA : Pemkot Depok Data 90 Titik Banjir dan Longsor


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar