Yamaha

Alun-alun Kota Bogor Bakal Terintegrasi dengan Stasiun Bogor

  Kamis, 26 Desember 2019   Husnul Khatimah
Wali Kota Bogor Bima Arya. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Proyek pembangunan Alun-alun Kota Bogor yang berlokasi di eks Taman Topi, Jalan Kapten Muslihat, akan terintegrasi dengan Masjid Agung dan Stasiun Bogor.

Konsultan PT Arenco Binatama, Prihantono mengatakan, Alun-alun Kota Bogor akan dilengkapi dengan diorama, podium di area plaza, pohon Samida, servis penunjang (pos jaga, toilet, TPS), ruang publik (taman anak outdoor Gym), shelter di pedestrian jalan Dewi Sartika, lampu pedestrian, akses tangga area masjid dan area taman religi, serta taman jogging.

“Secara umum konsep kita ini bukan di lahan kosong, sehingga kompleksitasnya adalah bagaimana mengintegrasikan dengan RTH (Ruang Terbuka Hijau),” ujarnya saat menghadiri FGD Laporan Akhir DED Alun-alun Kota Bogor, Kamis (26/12/2019).

AYO BACA : Alun-Alun Bogor Segera Dibangun, Ratusan PKL Direlokasi a

Alun-alun Kota Bogor, kata Prihantono, akan dibagi menjadi empat zona yakni zona botani atau hutan kecil, zona rekreasi dan olahraga, zona plaza, serta zona religi.

Wali Kota Bogor Bima Arya menilai, secara umum desain alun-alun sudah bagus dan ia menginginkan saat pembangunan nanti, lima dimensi pembangunan alun-alun terpenuhi oleh konsultan maupun dinas terkait.

"Pertama, Integrasi, secara tata ruang menghubungkan dari Stasiun Bogor, Masjid Agung dan titik lainnya, seperti jalan Kapten Muslihat, Jalan Dewi Sartika," katanya.

AYO BACA : Terkait Pembangunan Alun-alun, 428 PKL Dewi Sartika Sudah Direlokasi

Kedua, Kontemplasi. Hal ini, kata Bima, akan membedakan dengan alun-alun lainnya karena menempatkan ruang untuk belajar sejarah, seperti mengenal pahlawan Kapten Muslihat, Dewi Sartika, dan sejarah Masjid Agung.

“Karena dilokasi tersebut mengandung sejarah. Jadi, ruang kontemplasi ini digarap serius, berkolaborasi dengan Disparbud termasuk dengan Diskarpus,” kata Bima.

Ketiga, Sinkronisasi. Bima meminta pembangunan alun-alun harus nyambung antara stasiun Bogor, Masjid Agung dan bangunan lain. “Jangan sampai gak nyambung dengan masjid. Kemegahan alun alun harus terlihat,” katanya.

Keempat, Harmonisasi. Artinya infrastruktur penunjang seperti trotoar, parkir dan akses harus siap. Kelima, beautifikasi, yakni konsep yang bagus harus dilengkapi dengan pemilihan material yang terbaik, misalnya pada pohon, jogging track, termasuk toilet.

“Karena kita sudah mendeklarasikan the city of runner. Nanti saya ingin melihat langsung bahan jogging track-nya. Kemudian ornamen Sunda itu harus ada, baik dalam bentuk kujang atau apapun,” kata Bima.

AYO BACA : Desain Selesai Akhir Tahun, Begini Konsep Alun-alun Kota Bogor


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar