Yamaha Aerox

Cerita PKL, Lapak Warisan Orangtuanya Dibongkar Setelah Puluhan Tahun Berdagang

  Senin, 02 Desember 2019   Husnul Khatimah
Salah seorang PKL, Maria Manurung (24), yang lapaknya dibongkar oleh Pemerintah Kota Bogor, Senin (2/12/2019). (ayobogor/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Maria Manurung (24) menjadi salah satu Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Dewi Sartika yang lapaknya dibongkar oleh Pemerintah Kota Bogor, Senin (2/12/2019).

Maria mengatakan lapaknya yang dibongkar merupakan pemberian dari orang tuanya yang telah berjualan sejak 1987. Lapaknya itu digunakan untuk berjualan sepatu.

"Saya dulu kuliah, orangtua saya enggak mampu membiayainya, terus saya minta lapak ke orangtua saya untuk membiayai kuliah, dari situ saya punya lapak disini, kalau orangtua saya sudah dari tahun 1987 disini," ujar Maria kepada ayobogor.com.

Selama berjualan di Jalan Dewi Sartika, pendapatan yang diperoleh Maria cukup untuk memenuhi kebutuhannya dan bahkan dia mampu menggaji 3 orang karyawannya sebesar UMR Kota Bogor.

"Pendapatan lumayanlah. Dulu waktu lapaknya masih agak ke depan pendapatannya lebih bagus. Jadi ini kan dulu lapaknya agak ke depan kemudian diminta geser ke belakang, sejak itu pendapatan agak berkurang," katanya.

Kini setelah lapaknya dibongkar dan direlokasi ke tempat baru meski pasrah Maria mengaku kawatir dengan sepinya pembeli dan pendapatan yang berkurang.

"Kekhawatirannya saya di tempat relokasi pasti harus mulai dari nol lagi, harus nyari langganan baru lagi karena (relokasi) ini gak ada pemberitahuan (dengan waktu) yang lama dari pemerintah ke masyarakat," kata Maria.

AYO BACA : Ratusan Lapak PKL Dibongkar Demi Bangun Alun-alun Kota Bogor

Dia menambahkan bahwa dirinya juga kawatir dengan pendapatan yang berkurang tak mampu lagi memperkejakan karyawannya.

"Kalau saya mungkin yang sarjana bisa mencari pekerjaan kalau pendapatan berkurang tapi kalau karyawan yang rata-rata lulusan SD dan SMP kan kasian mereka," kata Maria.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan pembongkaran PKL di Jalan Dewi Sartika ini merupakan tahapan pembangunan Alun-Alun Kota Bogor yang akan dibangun di Taman Topi pada tahun 2020.

"Jadi kegiatan ini adalah rangkaian proses membangun alun-alun Bogor termasuk juga rencana kelanjutan Masjid Agung Kota Bogor jadi kita laksankan persiapannya," ujar Dedie disela pembongkaran PKL.

Dia mengaku sebelum dibongkar pihaknya telah melakukan tahapan sesuai dengan aturan yang berlaku seperti melakukan sosialiasi.

"Yang pertama kita lakukan komunikasi yang efektif dengan para pedagang melalui ketua kelompok PKL dan mencapai suatu kesepakatan bahwa kelompok PKL ini kita relokasi ke beberapa tempat," kata Dedie.

Para pedagang nantinya direlokasi sesuai dagangannya seperti pedagang besi direlokasi ke Pasar Merdeka, pedagang sepatu ke Nyi Raja Permas, dan pedagang bunga ke Jalan Bina Marga atau tempat lainnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar