Yamaha Aerox

Puluhan Warga Bogor Transmigrasi ke Mamuju Sulawesi

  Minggu, 01 Desember 2019   Husnul Khatimah
Kepala Disnakertrans Kota Bogor Samson Purba. (ayobogor.com/Husnul)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM--Sebanyak 5 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 23 warga Kota Bogor diberangkatkan menuju Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Sabtu (30/11/2019).

Kepala Disnakertrans Kota Bogor Samson Purba mengatakan warga yang berangkat dalam program transigrasi ini memiliki semangat dan motivasi tinggi. Terbukti mulai dari proses perekrutan sekitar 7 bulan lalu, mereka terus mengikuti tahapan demi tahapan, tidak pernah ingin mundur. 

“Malah mereka lebih aktif menanyakan dan akhirnya hari ini mereka diberangkatkan oleh Bapak Wali Kota Bima Arya,” ujar Samson.

Samson menambahkan, tidak sekedar administrasi kependudukannya, peserta transmigrasi ini juga telah dibantu untuk pengurusan pemindahan Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat.

“Kami juga ikut memindahkan sekolah anak-anaknya ke Mamuju. 5 KK ini berbeda-beda profesi sebelumnya. Ada yang sebelumnya driver ojek online, sopir angkot dan pekerja serabutan. Di Mamuju Tengah mereka akan mendapatkan 1 hektar lahan yang bisa dimanfaatkan untuk tahun pertama, tahun ketiga mendapatkan 2 hektar, tahun kelima sertifikat keluar,” jelasnya.

Lahan tersebut, kata dia, akan dimanfaatkan peserta transmigrasi untuk pertanian. “Di sana mereka akan bertani. Kebetulan iklim daerah yang dituju itu sama seperti daerah Puncak, Bogor. Jadi, mereka akan bertani palawija. Meski latar belakang sebelumnya bukan petani, mereka sudah diberikan pelatihan pertanian selama dua minggu di Cianjur,” katanya.

Untuk kebutuhan tempat tinggal, peserta transmigrasi asal Kota Bogor sudah disiapkan tempat tinggal yang jauh lebih nyaman dari tiga tahun sebelumnya. 

"Karena sekarang di sana mereka mendapatkan rumah yang sudah tembok permanen dan alat-alat rumah tangga kita penuhi semua. Layak sekali. Karena pakai tipe 36 untuk rumah. Sudah ada akses jalan, air bersih dan tiang listrik sudah ada artinya listrik akan masuk. Sementara kami fasilitasi genset dulu. Untuk kebutuhan hidup kami berikan selama 12 bulan,” bebernya.

Sebelumnya, sejak 2010 sudah ada 13 KK yang diberangkatkan dalam program transmigrasi ini, seperti ke wilayah Kalimantan dan Lampung. 

“Yang memberikan jaminan hidup itu kita sistemnya sharing biaya, ada dari kementerian, daerah tujuan dan daerah asal. Kita untuk mendapatkan program ini harus berdasarkan kuota dari Kementerian. Tahun depan akan kami berangkatkan 2-3 KK tergantung kuota yang diberikan. Yang siap ada 10 KK dari Kota Bogor,” kata Samson.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar