Yamaha NMax

Bunda Peduli Stunting Cegah Balita Kekurangan Gizi

  Rabu, 06 November 2019   Husnul Khatimah
Ilustrasi pencegahan stunting. (ANTARA FOTO/Anis Efizudin/far)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Sebanyak 5.000 balita dari 100.000 balita di Kota Bogor tercatat masih stunting. Angka stunting 5 persen ini didapat dari hasil Bulan Penimbangan Balita (BPB) tahun 2018 dengan sasaran 100.000 balita di Kota Bogor. 

Meski angka tersebut berada dibawah ambang batas Kementerian Kesehatan (Kemenkes), yakni 30 persen, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berupaya menurunkan angka stunting.

Upaya penurunan dan pencegahan stunting salah satunya diwujudkan dengan dikukuhkannya Bunda Peduli Stunting, Yantie Rachim yang juga Istri Wakil Wali Kota Bogor di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (05/11/2019).

Yantie mengaku sudah memiliki tim yang bisa digerakkan untuk memulai pencegahan dan penurunan stunting di Kota Bogor. Ia dan tim akan turun langsung ke lapangan mengedukasi masyarakat, terutama ibu-ibu untuk peduli dengan asupan gizi anak-anaknya.

"Terjadinya stunting mungkin karena ketidaktahuan ibu dalam memberikan gizi makanan seimbang kepada anaknya, terutama gizi bagi anak perempuan yang kelak akan menjadi ibu," ujar Yantie.

Ia optimis akan bisa menurunkan angka stunting di Kota Bogor dengan program yang telah ada yakni Tanggap Leungitkeun Stunting (Taleus Bogor). Melalui program ini pada 2017 lalu angka stunting di Kota Bogor yang berada di angka 27 persen kemudian turun menjadi 5 persen di 2018. 

"Ke depan tim Bunda Peduli Stunting akan lebih giat, fokus dan tepat sasaran dalam penyuluhan dan pembinaan ke masyarakat. Tentunya kami akan dibantu dinas terkait dan tokoh masyarakat," kata Yantie.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Rubaeah mengatakan, stunting merupakan permasalahan kurang gizi pada balita yang membuat bayi pendek, alias umur balita dibandingkan dengan tinggi badannya tidak ideal.

"Istilahnya bayi pendek karena perkembangan gizinya kurang maksimal," katanya.

Ia menambahkan, stunting ini bisa dicegah sejak usia remaja, calon pengantin, ibu hamil dan balita dengan memberikan edukasi memperbaiki cakupan gizi.

"Inovasi Tanggap Leungitkeun Stunting (Taleus Bogor) sudah diterapkan di seluruh Posyandu Kota Bogor untuk mengecek gizi ibu hamil dan balita," katanya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar