Yamaha NMax

Wisata Edukasi Nuklir Hadir di Bandung

  Rabu, 30 Oktober 2019   Nur Khansa Ranawati
Ilustrasi inti nuklir di dalam kolam reaktor riset nuklir di reaktor serba guna G.A. Siwabessy milik Badan Tenaga Atom (BATAN), Puspiptek, Tangerang Selatan, Banten, (ANTARA/BNPT/RN/ed/nz/13)

COBLONG, AYOBOGOR.COM -- Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT) Badan Teknologi Nuklir Nasional (Batan) Bandung hari ini sudah mulai dapat dikunjungi warga sebagai tempat wisata edukasi nuklir. Hal ini termasuk ke dalam salah satu perjanjian kerjasama BATAN dengan Pemerintah Kota Bandung yang ditandatangani pada Rabu (30/10/2019).

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan mengatakan, hal tersebut bertujuan untuk mendekatkan masyarakat pada pengetahuan tentang nuklir dan teknologi terapannya. Saat ini, nuklir masih diidentikkan sebagai sesuatu yang berbahaya semata.

"Kami ingin memberi edukasi pada masyarakat tentang apakah impact nuklir ini hanya berbahaya saja atau justru sebaliknya," ungkapnya dalam konferensi pers yang digelar di BATAN Bandung, Rabu (30/10/2019).

Dia menyebutkan, nantinya masyarakat dapat mengunjungi ruang pameran produk-produk yang diolah dari hasil teknologi nuklir. Selain itu, sejumlah laboratorium juga akan dapat dikunjungi.

"Tidak hanya ruang pameran saja, beberapa laboratorium juga dapat dikunjungi, hanya ruang reaktor ada batas usianya untuk menjaga keselamatan pengunjung," ungkapnya.

Meskipun saat ini BATAN sebagai tempat wisata edukasi belum dibuka secara penuh, namun sebagian tempatnya sudah dapat dikunjungi warga maupun rombongan pelajar dengan meminta izin terlebih dahulu pada petugas keamanan setempat tanpa dipungut biaya. Khusus untuk rombongan wisata, pihak sekolah dapat memberikan surat kunjungan terlebih dahulu untuk mengatur jadwal kunjungan.

"Sekarang ini kami menerima kunjungan maksimal 100 orang (per kunjungan) dan bisa berkelompok dengan mengirim surat kunjungan kepada kami," jelasnya.

Walikota Bandung, Oded M. Danial berharap wisata edukasi nuklir ini dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kota Bandung. Lebih dari itu, wisata tersebut juga sekaligus dapat menjadi sarana edukasi mengenai manfaat nuklir dalam kehidupan sehari-hari.

"Bukan sekedar sebagai destinasi wisata, tapi juga sarana edukasi masyarakat bahwa nuklir tidak berbahaya, melainkan bermanfaat untuk kita," ungkapnya ketika ditemui dalam kesempatan yang sama.

Dirinya juga berkeinginan dengan dibukanya BATAN sebagai wisata edukasi, sejumlah pusat pengembangan teknologi lainnya seperti PTDI atau Pindad juga dapat membuka diri kepada kunjungan masyarakat.

"Saya berharap nanti diikuti juga oleh tempat teknologi terapan lainnya seperti PTDI, Pindad atau LEN. Mudah-mudahan semakin banyak destinasi wisata teknologi di Kota Bandung," ungkapnya.

 


Walikota Bandung, Oded M. Danial dan Kepala Badan Teknologi Nuklir Nasional (Batan) Anhar Riza Antariksawan menandatangi perjanjian kerjasama dan meresmikan BATAN Bandung sebagai tempat wisata edukasi nuklir, Rabu (30/10/2019).


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar