Yamaha

Mengintip Interior Mobil Dinas Baru Para Menteri

  Rabu, 30 Oktober 2019   Andres Fatubun
Interior Toyota Crown 2.5 HV G-Executive. (Toyota)

JAKARTA, AYOBOGOR.COM -- Anggota kabinet Indonesia Maju akan menikmati fasilitas mobil dinas anyar berupa Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid. Sebanyak 101 unit telah didatangkan oleh PT Toyota Astra Motor (TAM), selaku Agen Pemegang Merek (APM) Toyota, sebagai mobil dinas para menteri dari Kabinet Indonesia Maju.

Beberapa unit tampak diparkir di depan Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen MPR dan DPR, Senayan, Jakarta. Body tampil dalam balutan warna hitam, sementara pelat nomor Polisi berwarna hitam, dan dibubuhi kode "RI" sebelum nomor atau angka.

Produk yang di Indonesia dikategorikan sebagai Kendaraan Bermotor Listrik atau KBL itu peruntukannya adalah kendaraan dinas para menteri dan pejabat setingkat menteri, untuk masa bakti 2019 - 2024.

Direktur Pemasaran PT TAM Anton Jimmi Suwandy menjelaskan, bahwa KBL ini adalah tipe hibrida atau hybrid, dengan operasional menggunakan tenaga listrik dari baterai ditambah mesin bensin konvensional.

"Mobil ini tidak dijual secara retail, sehingga belum ada di negara kita," ujar Jimmi, Selasa (29/10/2019).

Spesifikasi safety yang disandangnya untuk memenuhi kebutuhan para menteri antara lain adalah adanya fitur Pre-Collision System (PCS). Fitur ini berfungsi untuk mendeteksi keberadaan objek di depan mobil seperti pejalan kaki dan pesepeda, sehingga bisa memberikan informasi jarak aman antara mobil dengan objek sekeliling.

Kemudian, juga ada fitur Lane Departure Alert (LDA). Fungsinya memberikan peringatan dan membantu melakukan koreksi kemudi bila laju mobil melebar hingga memotong jalur dari posisi seharusnya di jalan.

Sedangkan Automatic High Beam (AHB) adalah fitur lampu jauh atau high beam untuk meningkatkan jarak pandang pengemudi dan mengembalikan ke lampu utama ketika terdeteksi ada kendaraan di depan.  Dan fitur keren lainnya adalah Dynamic Radar Cruise Control (DRCC), Blind Spot Monitor (BSM), serta Tire Pressure.

Lantas soal bahan bakar non-emisi yang dimiliki sebuah mobil hybrid seperti Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid, pengguna bisa mengisi ulang baterai di beberapa lokasi. Pertama dan termudah, tentu saja menggunakan charger yang dipasang di kediaman para menteri atau di berbagai lokasi recharging station, yang disebut sebagai Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU.

Sebagai catatan, Perusahaan Listrik Negara atau PLN pada Hari Sumpah Pemuda meresmikan serentak SPKLU di empat daerah, yaitu Jakarta, Banten, Bandung, serta Bali bagian selatan. Di Provinsi Banten serta di DKI Jakarta inilah, mobil-mobil menteri tadi juga bisa ikut melakukan pengisian ulang energi listrik untuk baterainya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar