Yamaha

LIPI Optimis Kebun Raya Bogor Jadi Warisan Dunia

  Kamis, 10 Oktober 2019   Husnul Khatimah
Workshop ke-6 Penyusunan Dossier KRB

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Lembaga Ilmu dan Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI terus menyiapkan diri dalam pengajuan Kebun Raya Bogor (KRB) sebagai World Heritage Site dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Kepala KRB, Hendrian, mengatakan, tahapan pengajuan KRB ke UNESCO sudah semakin maju. Setelah beberapa waktu lalu LIPI mengirimkan dossier (dokumen/catatan-catatan) kepada Tim Penilai Kemendikbud, termasuk sudah didapati masukan-masukannya.

“Kami menindaklanjuti masukan tersebut melihat apakah saja yang masih kurang atau yang harus diperkuat. Kami rencana submit dossier ke UNESCO tahun depan. Sekarang dari internal (Indonesia) harus benar-benar memastikan kualitas dossiernya agar nanti saat disampaikan sudah benar-benar bagus," ujar Hendrian, Kamis (10/10/2019).

Dia menuturkan, dalam pengajuan KRB ke UNESCO ini bukan hanya soal syarat tetapi juga yang harus menjadi perhatian dari segi manajemen pelayanan. 

“Misalnya, harus ada rencana pengelolaan KRB beberapa tahun kedepan seperti apa, apakah ada komitmen Pemerintah Kota Bogor untuk dukungan, dan keberlanjutan dalam jangka panjang. Ini baru awal banget dan bukan sekadar mengusulkan karena setelah statusnya ditetapkan, UNESCO melihat kita dalam mengelola KRB," kata Hendrian.

Meski dibutuhkan waktu pihaknya kata Hendrian optimis pengajuan Kebun Raya Bogor bisa diterima sebab Kebun Raya Bogor mempunyai nilai historis yang sangat penting baik itu secara nasional maupun internasional.

“Salah satu manfaat diusulkan KRB menjadi world heritage site UNESCO ini yang mengawasi, memelihara, menjaga KRB berada dalam dukungan komunitas internasional karena ini bukan hanya sekadar urusan Bogor dan Indonesia saja," kata Hendrian.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor Shahlan Rasyidi mengatakan KRB layak ditetapkan sebagai World Heritage Site UNESCO sebab keberadaan KRB sudah berusia 202 tahun dengan ribuan koleksi pohon-pohon langka.

"200 pohon diantaranya merupakan pohon dengan usia 100 tahun lengkap dengan bangunan-bangunan heritage, Istana Bogor dan Makam Belanda. Jadi, sangat layak ditetapkan. Dulu KRB ini tempat penelitian, konservasi kemudian berkembang menjadi objek wisata, walaupun sekarang jadi tempat wisata edukasi harus tetap menjaga kelestariannya," kata Sahlan.

 


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar