Yamaha

12 Negara Sepakati 12 Poin Pengendalian Tembakau

  Jumat, 27 September 2019   Husnul Khatimah
Konferensi Aliansi kota Asia Pacific Cities Alliance for Tobacco Control and NCDs Prevention/APCAT yang digelar di Kota Bogor ditutup dengan deklarasi 12 poin kesepakatan oleh ratusan delegasi, Jumat (27/9/2019). (Husnul Khatimah/Ayobogor.com)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Konferensi Aliansi kota Asia Pacific Cities Alliance for Tobacco Control and NCDs Prevention (APCAT) yang digelar di Kota Bogor ditutup dengan deklarasi 12 poin kesepakatan oleh ratusan delegasi, Jumat (27/9/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Kota Bharatpur, Nepal, terpilih sebagai tuan rumah 5th APCAT Summit pada 2020 mendatang. Sementara Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didaulat menjadi Ketua Aliansi Bupati/Wali Kota Peduli Kawasan Tanpa Rokok (KTR) se-Indonesia.

Ketua bersama APCAT Bima Arya mengatakan, saat konferensi digelar, delegasi dari APCAT Summit menyadari konsekuensi kesehatan, ekonomi, lingkungan, dan sosial yang dahsyat akibat penggunaan tembakau, dan beban penyakit tidak menular (non-communicable diseases/NCDs) yang mengancam untuk menggagalkan kemajuan pada tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) United Nations.  

“Secara umum NCDs dapat dicegah. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk mengakselerasi kemajuan untuk mengakhiri tembakau, serta mencegah NCDs dan dengan demikian dapat mencegah kematian tak terduga,” ujar Bima.

Berkaitan dengan hal itu maka para delegasi membuat 12 poin kesepakatan bersama, poin pertama yakni, membuat implementasi efektif dan penegakan kebijakan 100% bebas rokok di kota-kota dan distrik-distrik dan memastikan kepatuhan sebesar 90% di area publik dan area kerja.

Kedua, melakukan advokasi kepada pemerintah nasional dan pembuat kebijakan untuk meningkatkan pajak dan harga produk tembakau, alkohol, serta minuman dengan pemanis tambahan seperti minuman ringan atay soda non-diet, minuman jus rasa, teh manis, minuman kopi, minuman energi, dan minuman pengganti elektrolit.
 
Ketiga, menegakkan pelarangan iklan, promosi dan sponsorship (kemitraan) tembakau, termasuk melarang memajang produk tembakau di titik penjualan. Keempat, mendesak pemerintah nasional untuk melarang rokok elektrik, rokok, sisha dan produk tembakau lainnya.

Kelima, berkomitmen untuk menemukan sumber lokal untuk melakukan monitoring dan riset dari penggunaan tembakau serta NCDs, dan secara ilmiah mendokumentasikan bukti penghematan biaya, keuntungan kesehatan publik dan keuntungan lain dari pengendalian tembakau yang efektif dan pencegahan NCDs.

Keenam, berkomitmen untuk melarang minuman-minuman dengan pemanis buatan setidaknya di semua kantor pemerintahan, fasilitas pendidikan, kesehatan dan tempat penitipan anak serta tempat lainnya yang memungkinkan.

Ketujuh, menetapkan ketentuan perizinan untuk penjualan produk tembakau, alkohol, minuman dengan pemanis tambahan untuk membatasi akses. Kedepalapan, berkomitmen untuk melarang campur tangan dan lobi industri tembakau.

Kesembilan, berkomitmen untuk memupuk kemitraan dengan organisasi bilateral, multilateral serta organisasi dan media professional. Kesepuluh, berkomitmen untuk berkontribusi dalam biaya keanggotaan tahunan ke sekretariat APCAT.

"Kemudian poin kesebelas, mendukung anggota parlemen dan media untuk membangun aliansi regional dalam pengendalian tembakau dan pencegahan NCDs dan terakhir atau poin kedua belas, kita komitmen untuk mengakhiri tembakau, mencegah beban NCDs yang dapat dihindari, dan dengan demikian mencegah kematian tak terduga," tukas Bima.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar