Yamaha NMax

6 Pelajar Bogor Jadi Tersangka Perusakan Mobil Polisi

  Kamis, 26 September 2019   Husnul Khatimah
Sejumlah pelajar melakukan aksi unjuk rasa menentang UU KPK hasil revisi dan RKUHP yang berujung ricuh di kawasan Palmerah, Jakarta, Rabu (25/9/2019). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

TANAH SAREAL, AYOBOGOR.COM -- Sebanyak 6 pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dijadikan tersangka oleh Polresta Bogor Kota karena diduga telah merusak mobil polisi yang merupakan mobil dinas Kasatlantas.

"Pengrusakan ini ada 5 atau 6 itu ditetapkan tersangka," ujar Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser, Kamis (26/9/2019).

Hendri mengatakan, peristiwa pengrusakan mobil itu terjadi di Jalan Djuanda saat petugas membubarkan ratusan pelajar yang berencana menuju Gedung DPR RI, Jakarta, untuk berdemo, Rabu (25/9/2019).

"Jadi ada segerombolan pelajar di stasiun, kemudian kita imbau kita bubarkan. Setelah diimbau kita kawal, ada yang (bubar) ke arah BTM, ada yang ke arah Djuanda, karena mereka usil mereka nendang mobil Kasatlantas," ungkap Hendri.

Menurut Hendri, awalnya hanya 1 pelajar yang melakukan aksi perusakan namun kemudian 5 pelajar lainnya ikut terpancing hingga kaca mobil polisi pecah dan sejumlah bagian lainnya mengalami kerusakan.

Usai peristiwa perusakan itu, sebanyak 120 pelajar diamankan ke Markas Polresta Bogor Kota. Namun berdasarkan bukti yang ada, hanya 6 pelajar yang terbukti ikut melakukan aksi perusakan sehingga harus diproses hukum.

"Kita jerat KUHP atau hukum terkait undang-undang anak, kita berlakukan hukum acara untuk anak. Sementara itu, yang tidak terindikasi melakukan pengrusakan tadi malam mereka sudah kita pulangkan, tapi yang melakukan pengrusakan kita proses buat efek jera," kata Hendri.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar