Yamaha NMax

Mahasiswa Universitas Pakuan Akan Edukasi Warga Sekitar Sungai Cipakancilan

  Jumat, 20 September 2019   Andres Fatubun
Sejumlah anggota Korem 061/Surya Kencana mengangkut sampah saat Aksi Gerakan Indonesia Bersih di Sungai Cipakancilan, Cilebut Timur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/9/2019). (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/aww)

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Pakuan Dr. Agnes Setyowati H., M.Hum menyebutkan mahasiswanya siap mengedukasi warga soal tata kelola sampah setelah kondisi lingkungan di Bogor, Jawa Barat, itu menjadi sorotan Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

"Dari perspektif sosial budaya, edukasi dan pencerahan kepada masyarakat adalah hal yang penting, khususnya anak-anak dan remaja, untuk menjaga dan merawat lingkungan," ujarnya usai pencanangan Aksi Gerakan Indonesia Bersih di Sungai Cipakancilan Cilebut, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis (19/9/2019).

Menurutnya, kesadaran serta kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan serta budaya bersih merupakan peran kunci yang dapat mencegah berbagai bentuk pencemaran dan perusakan lingkungan.

AYO BACA : Pemprov Jabar Dalami Foto Syur Wanita Berseragam PNS

ÔÇťApabila budaya bersih dan peduli lingkungan menjadi kebiasaan yang diajarkan dalam keluarga sejak usia dini, permasalahan lingkungan tidak akan terjadi," kata Agnes.

Sebagai langkah awal, para mahasiswanya turut serta dalam membersihkan Sungai Cipakancilan yang sempat viral di media. Para mahasiswa membersihkannya selama dua hari pada Rabu (18/9) dan Kamis berbarengan dengan pencanangan Aksi Gerakan Indonesia Bersih oleh Iriana Jokowi dan Bupati Bogor Ade Yasin.

"Kali Cipakancilan ini memang sudah sangat memprihatikan dan ini tentunya secara langsung akan berdampak negatif dan menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, seperti banjir dan berbagai jenis penyakit lainnya," tuturnya.

AYO BACA : Iriana Bersihkan Sampah Cipakancilan, Bupati: Memang Kita Kelabakan

Maka, menurutnya, pemerintah, aparat, dan masyarakat harus berpartisipasi dan bekerja sama untuk mencegah, bahkan menindak siapa yang membuang sampah ke sungai.

Ia berharap pemerintah juga menciptakan ruang publik yang dapat mengubah perilaku masyarakat untuk mencintai lingkungannya, seperti menyediakan tempat sampah dan pembuangan sampah, membentuk satuan tugas peduli lingkungan, dan memantau kawasan tanpa rokok.

Dia mengakui FISIB Universitas Pakuan juga telah melakukan sejumlah langkah untuk menjaga lingkungan di sekitar kampus. Belum lama ini Agnes telah mencanangkan kampanye anti-plastik di lingkungan FISIB.

"Untuk mengurangi volume sampah plastik di Kota Bogor, FISIB memberikan tumbler bagi mahasiswa dan melarang penggunaan materi berbahan plastik di lingkungan fakultas. Selain itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, mahasiswa FISIB juga aktif melakukan penanaman pohon untuk menyelamatkan dunia dari pemanasan global," tuturnya.

AYO BACA : Bantaran Sungai Cipakancilan Akan Dijadikan Taman


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar