Yamaha NMax

Saung Jurasep 3, Sajikan Menu Tradisional Berbeda

  Kamis, 12 September 2019   Husnul Khatimah
Saung Jurasep. (Ist)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Kota Bogor kerap dikenal dengan berbagai jenis kuliner yang menjadi buruan para pecinta kuliner. Banyak ragam kuliner yang tersebar di penjuru kota hujan mulai dari sajian khas tradisional hingga sajian modern.

Jika sedang berada di Bogor, salah satu tempat kuliner yang bisa dikunjungi adalah Saung Jurasep yang menyajikan ragam makanan dan minuman tradisional yang memiliki ciri khas tersendiri seperti ayam bara gentong.

"Ayam baragentong itu jadi ayam ini dimasak dan digantung dalam gentong dan sepertinya ini jadi yang pertama di Indonesia, saya lihat yang menggunakan metode memasak seperti ini walaupun ada juga yang menggunakan gentong tapi masaknya tidak seperti ini," ujar Asep Saepudin, pemilik Saung Jurasep, belum lama ini.

Asep menuturkan Saung Jurasep merupakan warung kopi yang dipadukan dengan restoran. Gerai Saung Jurasep berlokasi di kawasan Ciomas, Kabupaten Bogor yang telah memiliki 2 gerai. Teranyar Saung Jurasep membuka gerainya yang ketiga di kawasan jalan Perintis Kemerdekaan atau tepatnya di samping Pusat Grosir Bogor (PGB), Kota Bogor.

Asep mengatakan Saung Jurasep cabang ketiga yang baru dibuka ini memiliki konsep berbeda dengan cabang yang terlebih dahulu ia kembangkan dengan menggunakan konsep vintage tradisional.

"Saya membuat konsep vintage tradisional dimana mulai dari minuman kemudian interior sampai makanan, kita berusaha untuk melestarikan makanan dan minuman tradisional juga walaupun nanti ada beberapa jenis minuman yang mungkin lebih ke modern tetapi 80 persen sajian saung jurasep itu lebih ke tradisional," katanya.

Selain ayam bara gentong, menu andalan khas lainnya di Saung Jurasep di antaranya adalah susu telor madu lemon, kopi jahe maxiato, kopi rempah-rempah, es kopi susu, bandrek, dan susu khas Jurasep.

"Harganya kita menjual dari harga 2.000-38.000 untuk makanan, kalau minuman hanya 15.000," kata Asep.

Dia mengaku selain dijadikan tempat untuk makan atau minum, dibukanya Saung Jurasep juga menawarkan kepada konsumen untuk dijadikan tempat untuk saling bertemu antara komunitas.

"Tempat bertemunya para seniman, budayawan, aktifis agar mereka ketika berdiskusi ada tujuan dan ini adalah tempat yang saya tawarkan, karena ini di dukung dengan tempat yang sangat luas, tematik dan kedepannya akan digelar even-even sesuai dengan momen seperti misalkan hari batik dan lain-lain atau pun even-even lain yang sengaja kami hadirkan di sini," ujarnya.

Asep berharap setelah dibukanya cabang yang ketiga ini, dirinya dapat mengembangkan bisnis tersebut dengan menambah cabang lain dan yang lebih penting lagi, sambung Asep, saung Jurasep menjadi pilihan tempat ngopi dan makan yang nyaman yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan konsumen.

"Kami buka mulai dari jam 5 pagi, tetapi kita lihat situasi pasarnya dan nanti akan menyediakan makanan-makanan ringan seperti nasi kuning atau gorengan dan tentunya ada kopi juga dan lanjut sampai jam 11 malam," tukasnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar