Yamaha NMax

Alasan PBNU Tunjuk Livi Zheng Sutradarai Film "The Santri"

  Selasa, 10 September 2019   Andres Fatubun
Livi Zheng bersama pemain film “The Santri”. (@youtube)

JAKARTA, AYOBOGOR.COM -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama merilis film bertajuk “The Santri”. Film yang disutradarai Livi Zheng ini akan tayang pada April 2020.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, mengatakan "The Santri" yang mengangkat petualangan santri Indonesia sampai di Amerika Serikat ini bisa menjadi media dakwah dalam konteks pendidikan, budaya, dan akhlak sekaligus sarana memperkuat dan memperkokoh Islam di Nusantara.

"Ciri khas Islam Nusantara, Islam yang harmonis dengan budaya, kecuali budaya yang bertentangan dengan syariat. Melalui film ini kita dakwahkan Islam yang santun, menjadikan Indonesia kiblat peradaban bukan kiblat salat ya," tutur dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Kemudian, mengenai alasan menggandeng Livi, PBNU mengatakan, terlepas dari pembicaraan banyak orang, jaringan Livi di Hollywood yang diyakini luas menjadi salah satu alasannya.

Selain itu, sosok Livi yang muda diharapkan bisa menghasilkan karya yang cocok untuk para milenial, tidak hanya di Indonesia tetapi dunia.

AYO BACA : Livi Zheng Adukan 3 Media ke Dewan Pers

Livi Zheng mengaku keterlibatannya dalam film ini sebuah kebanggaan. Sejarah Indonesia tidak lepas dari sejarah santri. Lalu ini mengangkat keragaman budaya Indonesia. 

Film yang produksinya bekerja sama dengan pihak PBNU tersebut diperankan Gus Azmi, Veve Zulfikar, Wirda Mansur, dan Emil Dardak.

Ketika ditanya apakah Livi juga akan ikut ambil bagian sebagai pemain seperti di sejumlah film dia sebelumnya, Livi mengaku belum memutuskannya karena masih berdiskusi dengan tim produksi.

Menurut Livi, syuting akan berlangsung di Indonesia dan Amerika Serikat mulai Oktober 2019.

Komposer Purwacaraka juga terlibat dalam film tersebut. Saat ini, Purwacaraka mengaku masih berdiskusi dengan sejumlah pihak terkait indentitas keindonesiaan seperti apa yang akan ditonjolkan dalam film "The Santri" lewat musik pengiringnya.

"Kita nanti akan lihat, masih harus berdiskusi sejauh mana identitas muncul agar pas di market. Intinya semua yang bermaksud baik untuk kemajuan Indonesia harus saya support," tutur Purwacaraka.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar