Yamaha Mio S

Polisi Bekuk Pelaku Pembunuhan Korban Seksual

  Senin, 09 September 2019   Husnul Khatimah
Polisi tangkap pelaku pelecehan seksual di Kampung Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

CIBINONG, AYOBOGOR.COM -- Polres Bogor berhasil mengungkap kasus kekerasan seksual terhadap seorang anak laki-laki yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Kasus ini terjadi di Kampung Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Kronologi kejadian berawal saat korban berinisial MM (11) pamit kepada orang tuanya untuk melaksanakan Istighosah, namun kemudian hingga malam hari korban tidak kunjung pulang. 

"Kemudian keesokan harinya korban ditemukan oleh warga sudah terlentang tidak bernyawa di samping sebuah rumah warga. Setelah ditemukan korban tidak bernyawa maka warga berdatangan dan melihat ada bekas gigitan di tangan korban serta bekas tapak jeratan di leher korban," ujar Kapolres Bogor, AKBP Andy Mohammad Dicky, Senin (9/9/2019).

Saat korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, pihak keluarga korban menolak untuk melakukan autopsi. Namun kemudian banyak warga yang mencurigai bahwa korban meninggal karena dibunuh.

"Atas kecurigaan warga kemudian pihak kepolisian melakukan pengecekan TKP dan olah TKP serta mencari saksi dan setelah 5 hari kemudian pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dan akhirnya bersedia untuk dilakukan autopsi kepada korban," kata Dicky.

Pihak kepolisian sambung Dicky berkoordinasi dengan pihak dokpol forensik kemudian melakukan autopsi. Setelah dilakukan autopsi diketahui bahwa korban meninggal dunia dengan tidak wajar.

"Alhamdulillah, kasus ini berhasil terungkap sehingga pada tanggal 3 September pelaku seorang Pria berinisal J (35) berhasil ditangkap di wilayah Garut. Adapun motif dari pada pelaku adalah kekerasan seksual di mana pelaku ini memiliki kelainan orientasi seksual terhadap korban sehingga pelaku sudah melakukan hubungan fisik selama 3 kali," terang Dicky.

Dia mengatakan sehari sebelum korban dibunuh, korban sempat dipertontonkan video porno oleh pelaku. Kemudian pelaku merayu korban untuk melampiaskan nafsu bejatnya. Usai menerima pelecehan seksual, korban berniat untuk mengadukan dan melaporkan kejadian yang dia terima. Namun untuk mencegah hal tersebut maka pelaku kemudian membunuh korban.

Atas tindakan tersebut pelaku dijerat Pasal 30 ayat 3 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman 15 tahun penjara.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar