Yamaha NMax

Tak Punya Kelas, SMP Terbuka 1 Cijeruk Belajar Beratapkan Terpal

  Jumat, 30 Agustus 2019   Husnul Khatimah
Kondisi memprihatinkan dunia pendidikan di Kabupaten Bogor tampak terlihat di SMP Terbuka 1 Cijeruk, Kecamatan Cijeruk. Disini para murid tak punya kelas dan belajar beratapkan terpal. (Husnul Khatimah/Ayobogor.com)

CIJERUK, AYOBOGOR.COM -- Kondisi memprihatinkan dunia pendidikan di Kabupaten Bogor tampak terlihat di SMP Terbuka 1 Cijeruk, Kecamatan Cijeruk. Disini para murid tak punya kelas dan belajar beratapkan terpal.

Cucu Sumiati, penggagas SMP 1 Terbuka Cijeruk, menjadikan halaman rumahnya sebagai tempat 65 muridnya belajar. Sebagian tempat belajar bahkan hanya beratapkan langit namun tak membuat semangat para murid untuk berhenti menuntut ilmu.

Cucu mengatakan, kondisi seperti ini telah berlangsung sejak lima hari belakangan sejak pihaknya tak lagi mendapatkan ijin untuk menumpang kelas di salah satu sekolah madrasah di dekat kampung tersebut.

AYO BACA : Ridwan Kamil Rencana Pindahkan Ibu Kota Jabar, DPRD: Jangan Latah

"Sekarang kita belajar di halaman depan dan belakang rumah saya menggunakan tenda dan beratapkan langit. Ini supaya menyelamatkan mereka supaya tidak ketinggalan mata pelajaran, alhamdulillah anak-anak happy enjoy," ujar Cucu ditemui di kediamannya, Jumat (30/8/2019).

Dia menceritakan SMP Terbuka 1 Cijeruk dirintis oleh dirinya bersama almarhum suami pada 2011. Sejak saat itu, SMP ini tak punya ruang kelas. Harusnya SMP yang dirintis Cucu bisa mengadakan kegiatan belajar di SMP 1 Cijeruk. Namun jaraknya berada jauh dari tempat tinggal para murid.

"SMP 1 ke Cijeruk jauh jaraknya bisa 13 sampai 14 kilometer dari rumah anak-anak dan transportasi juga harus naik angkot sambung ojek, ongkosnya Rp30.000 sehari, mereka tak akan mampu karena mereka anak-anak ini orang tuanya buruh," terang Cucu.

AYO BACA : Bank Mandiri Beberkan Bukti Hoaks Dana Transfer Rp800 Triliun

Jauhnya jarak sekolah itu, kemudian membuat SMP 1 Terbuka Cijeruk menumpang kelas di berbagai sekolah. Tercatat sudah 3 kali sekolah ini berpindah tempat belajar.

"Kita sudah tiga kali pindah tempat, pertama kami menumpang di SD Langgeng Sari selama 4 tahun, kemudian pindah ke madrasah selama 3 tahun dengan menyewa seharga Rp500.000, uangnya dari SMP 1 Cijeruk tapi kondisinya di sana tidak mendukung, lalu kami pindah ke madrasah lainnya selama 1 tahun tapi ada masalah kepemilikan lahan hingga akhirnya pindah kesini sejak Senin," kata Cucu.

Bagi murid belajar beratapkan terpal tentunya tidak senyaman di ruangan kelas. Namun Cucu selalu memotivasi mereka agar menuntut ilmu.

"Setiap hari saya memotivasi mereka bahwa sukses sekolah itu bukan dari gedung yang bagus tapi bagaimana kamu membentuk karakter kamu sendiri dengan rajin belajar, alhamdulillah anak-anak enjoy dan happy," katanya.

Kini, dengan kondisi yang dialaminya, Cucu berharap adanya perhatian pemerintah untuk mencarikan ruangan kelas bagi murid-muridnya.

"Kalaupun ini SMP terbuka tapi setidaknya jangan dibiarkan belajar dimana saja, apa salahnya pemerintah sediakan lahan, saya kalau mampu bangun ruangan kelas sudah dari dulu dibikini karena ini buat masa depan anak-anak kita, harusnya mereka bisa belajar dengan nyaman," tukas Cucu.

AYO BACA : Komik Gundala Versi Adaptasi Film Dicetak Terbatas


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar