Yamaha Mio S

Unik, Pelukis di Bogor Jadikan Daun Kering sebagai Media Lukisan

  Kamis, 29 Agustus 2019   Husnul Khatimah
Tedy dan sejumlah lukisan karyanya di atas media daun kering. (Husnul Khatimah/Ayobogor.com)

BOGOR TIMUR, AYOBOGOR.COM -- Melukis ternyata tidak hanya harus di atas kertas ataupun kanvas. Daun kering pun bisa dijadikan sebagai media lukis seperti yang dilakukan oleh Tedy Asmara (37).

Pelukis asal Bogor itu sudah melakoni lukinan di atas daun kering sejak 3 tahun belakangan. Sejak Januari 2019, melukis di atas daun kering ini bahkan dijadikan oleh Tedy sebagai sumber utama untuk meraup pundi-pundi rupiah.

Menurut Tedy, teknik melukis di atas daun kering pada intinya sama dengan melukis pada media lainnya. Perbedaannya hanya terletak pada kesabaran melukin, karena daun kering merupakan media yang licin untuk dilukis.

AYO BACA : Ibu Kota Jawa Barat Bandung Rencana Dipindahkan

"Tekniknya sama saja cuma memang permukaannya lebih licin dibanding kanvas jadi butuh kesabaran karena tidak bisa sekali gores langsung jadi, harus berulang-ulang sehingga butuh waktu yang lama," ujar Tedy ditemui di kediamannya di Jalan Wirakrama, Bogor Timur, Kamis (29/8/2019).

Pertama kali Tedy melukis di atas daun terjadi, saat dia ingin memberikan lukisan untuk atasan tempat dia bekerja sebagai kado perkawinan. Namun saat itu, Tedy tak memiliki kanvas ataupun kertas untuk dilukis.

"Waktu itu gak ada kanvas kertas, nah, kebetulan di rumahnya bos itu ada pohon jambu bold yang daun keringnya banyak berserakan dan saya lihat kok bagus lalu saya coba lukis wajah dia dan istrinya dan saya kasihkan sebagai kado," kata Tedy.

AYO BACA : Berhasilkah Persib Tutup Putaran Pertama dengan Kemenangan?

Hasil lukisan yang diberikan Tedy itu ternyata mendapat respon positif dari atasannya. Sang bos bahkan membayar hasil karya Tedy yang dia nilai unik itu. Berkat respon positif atasannya itu Tedy kemudian terdorong untuk menekuni lebih lanjut melukis di atas daun.

Tedy kemudian mengembangkan kemampuannya itu dengan melukis di berbagai jenis daun mulai dari daun duku, daun nangka, daun karet kuning hingga daun awat-awat. Saat itu, kegiatan melukis yang dia lakukan hanya sebatas hobi dan keinginan mencoba sesuatu yang baru serta beda.

"Hingga akhirnya ada teman-teman saya yang datang ke rumah pengen dilukis, dari sana saya mulai buka orderan, kira-kira tiga tahun belakangan dipromosikan lewat sosmed aja, kemudian tak lama dapat undangan talkshow di sebuah televisi, lalu setelah itu banyak orderan hingga saya harus batasin orderan karena waktu itu sambil kerja," kata Tedy.

Sejak kebanjiran orderan, Tedy kemudian keluar dari tempatnya bekerja untuk fokus melayani pesan lukisan yang datang. Kini dalam sebulan, dia bisa menerima 3-4 pesanan. Satu lukisan biasanya diselesaikan dalam waktu 3-5 hari.

Pesanan yang banyak diterima oleh Tedy adalah melukis wajah. Hasil karyanya ini dijual dengan harga Rp1 juta hingga Rp3 juta, disesuaikan dengan objek, ukuran dan kerumitan dalam melukis.

"Ke depan saya ingin terus kembangkan keterampilan melukisnya, ya mungkin melukis pada daun-daun yang lainnya yang belum pernah dicoba atau menghadirkan sesuatu yang baru dalam lukisan saya karena konsumen pasti juga butuh sesuatu yang baru," kata Tedy.

AYO BACA : Pembunuhan Sukabumi: Alasan Pelaku Buang Jenazah di Cidahu


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar