Yamaha Mio S

Forum Umat Islam Bogor Raya Pertanyakan Proses Hukum Wanita Pembawa Anjing Masuk Masjid

  Jumat, 02 Agustus 2019   Husnul Khatimah
Ketua FUIBR, Hasri Harahap. (Husnul Khatimah/Ayobogor.com)

CIBINONG, AYOBOGOR.COM -- Forum Umat Islam Bogor Raya (FUIBR) meminta kejelasan soal proses hukum kasus wanita pembawa anjing masuk masjid Al-Munawaroh, Sentul, Kabupaten Bogor.

"Kasus ini sudah berlangsung selama kurang lebih satu bulan kami para pimpinan ormas dan lembaga islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam Bogor Raya mempertanyakan sudah sejauh mana proses penanganan kasus SM yang kami nilai sebagai penodaan agama ini," ujar Ketua FUIBR, Hasri Harahap, usai berdemo di Polres Bogor, Jumat (2/7/2019).

AYO BACA : Berkas Perkara Wanita Pembawa Anjing Masuk Masjid Dikembalikan, Masa Geruduk Polres Bogor

Hasri mengatakan, pihaknya menilai SM tersangka pembawa anjing saat kejadian dalam keadaan sadar. Menurutnya ketika kejadian, SM dapat mengendarai mobil dan parkir dengan baik.

"SM juga menggunakan handphone dalam melakukan perbuatannya, indikasi ini membuat kami meyakini SM sebagai orang yang sehat kami meragukan jika SM nantinya dikategorikan sebagai orang yang mengalami gangguan jiwa," katanya.

AYO BACA : Hobi Karikatur Jadi Ladang Rupiah

Dia mengatakan pihaknya merasa perlu kejelasan dan keadilan hukum dalam kasus ini sehingga mereka mendorong agar Polres Bogor memberi kejelasan soal proses hukum.

"Kami meminta kejelasan tentang keberadaan tersangka SM saat ini, siapa saja yang sudah dimintai keterangan dalam kasus ini. Kami juga siap menghadirkan saksi apabila diperlukan," katanya.

Dia juga meminta kejelasan terkait barang bukti khususnya handphone yang dibawa tersangka SM saat kejadian. Mereka menilai dari handphone akan bisa terkuak informasi yang lebih jelas sekaligus menambah pembuktian bahwa SM sebagai orang yang waras karena bisa menggunakan handphone.

"Kita juga meminta kejelasan terkait dikembalikannya berkas perkara SM oleh pihak kejaksaan dan mendukung pihak kepolisian untuk menegakan hukum secara adil, profesional dan terbuka sehingga kasus penodaan agama ini bisa segera selesai dan tersangka SM bisa mendapatkan hukuman atas perbuatannya," tukas Hasri.

AYO BACA : Blok 3 RSUD Kota Bogor Ditargetkan Selesai dalam 5 Bulan


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar