Yamaha NMax

IPB dan Belanda Bentuk Animal Logistics Pertama di Indonesia

  Selasa, 09 Juli 2019   Husnul Khatimah
Fakultas Peternakan IPB University dengan Konsorsium Belanda yaitu Nuffic, Maastricht School of Management, Wageningen dan Aeres groep membentuk proyek yang diberi nama Alin (Animal Logistics Indonesia Netherlands). (Husnul Khatimah/Ayobogor.com)

DRAMAGA, AYOBOGOR.COM -- Fakultas Peternakan IPB University dengan Konsorsium Belanda yaitu Nuffic, Maastricht School of Management, Wageningen dan Aeres groep membentuk proyek yang diberi nama Animal Logistics Indonesia Netherlands (ALIN).

Direktur proyek ALIN yang merupakan Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Profesor Luki Abdullah menyampaikan bahwa saat ALIN digagas, waktu itu Indonesia dianggap mempunyai masalah mengenai logistik.

Masalah tersebut antara lain masih kurangnya fasilitas dan prasarana serta penanganan hewan ternak yang buruk. Ini berdampak pada biaya logistik dan transportasi yang tinggi, penurunan berat badan yang lebih tinggi, kinerja ternak, dan kesejahteraan hewan.

"Faktor ini menyebabkan harga produk yang lebih tinggi bagi konsumen, tetapi juga harga yang lebih rendah untuk produsen, sehingga mengurangi margin mereka," tutur Luki, Selasa (9/7/2019).

Dia mengatakan upaya telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan rantai pasokan ternak sapi domestik terutama dari wilayah timur Indonesia kepada konsumen. Kapal ternak yang dibangun pertama kali diluncurkan pada bulan Desember 2015 bernama Camara Nusantara 1, dan yang kedua, Camara Nusantara 3, diluncurkan pada 2018. Jumlah total akan ditingkatkan menjadi enam unit. Kapal dibangun oleh pemerintah Indonesia dan dioperasikan oleh PT Pelni, sebuah perusahaan pelayaran besar domestik.

Kapal dirancang untuk memenuhi prinsip kesejahteraan hewan, sehingga penurunan berat badan selama pengangkutan akan diminimalkan dan kinerja meningkat. Selanjutnya, kapal ternak diharapkan untuk meningkatkan rantai pasokan ternak sapi serta untuk mempersingkat rantai distribusi dari produsen ke akhir konsumen. Namun, ada keraguan mengenai dampak proses transportasi dengan menggunakan kapal Camara Nusantara pada aspek kinerja ternak dan kesejahteraan hewan.

ALIN ini merupakan proyek pertama di Indonesia terkait logistik peternakan. Terdapat beberapa fokus yang telah dilakukan dalam proyek yaitu bagaimana mengembangkan sumberdaya manusia dalam bidang logistik peternakan.  

Program ini dikembangkan melalui kurikulum  logistik peternakan pada program master (S2) Logistik Peternakan. Program kedua yaitu Sarjana Plus berupa pendidikan selama 6 bulan setelah lulus sarjana, mendapat materi logistik peternakan. Keunggulannya dari S1 plus ini akan memperoleh sertifikat  kompetensi yang  sudah ditetapkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dan Kementerian Tenaga kerja.

“Program S1 Plus dapat diikuti oleh lulusan sarjana bidang apa saja, mereka akan di-training melalui 17 unit kompetensi yang sudah dibakukan oleh BNSP. Selama enam bulan mereka dibina dan dididik untuk mendapatkan sertifikat kompetensi,” ucap Prof Luki.

Rektor IPB University, Arief Satria mengungkapkan kolaborasi dengan Belanda merupakan salah satu upaya untuk merespon situasi terkini terkait perkembangan teknologi industri 4.0.

"IPB University mendorong Riset dan Inovasi IPB University 4.0 yang dicirikan dengan agromaritim presisi tinggi melalui penggunaan teknologi drone, robotika, kecerdasan buatan di hulu sektor pertanian dan kelautan, agroindustri untuk masa depan, sistem agrologistik digital, dan sistem e-commerce cerdas yang diyakini mampu beradaptasi di era 4.0,” kata Arif.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar