Yamaha Aerox

Ulama Bogor Sepakat Sampaikan Pesan Damai Jelang 22 Mei

  Jumat, 17 Mei 2019   Fira Nursyabani
Para Ulama berkumpul di Kabupaten Bogor Jawa Barat sepakat menyampaikan pesan damai di Aula Tegar Beriman Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Kamis (16/5/2019). (ANTARA News/M Fikri Setiawan).

CIBINONG, AYOBOGOR.COM -- Para Ulama di Kabupaten Bogor sepakat menyampaikan pesan damai jelang pengumuman hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 22 Mei mendatang.

"Kita hargai dan hormati keputusan politik rakyat, serta menjaga atau mengawal proses politik atau tahapan pemilu tersebut sesuai dengan mekanisme yang ada secara damai, konstitusional, aman dan tertib demi kesinambungan pembangunan nasional," ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, Mukri Aji, di Aula Tegar Beriman Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Kamis (16/5/2019).

Ia menyampaikan delapan poin pernyataan yang disusun bersama para Ulama Kabupaten Bogor. Pernyataan itu bernama 'Multaqo Ulama'. Isinya sebagai berikut:

  1. Menegaskan kembali bahwa NKRI adalah bentuk negara yang sesuai dengan Islam yang Rahmatan Lil Alamin dan Pancasila adalah dasar negara dan falsafah bangsa yang sudah final;
  2. Bahwa para pasangan capres/cawapres yang berkontestasi pada Pilpres 2019 adalah putra-putra terbaik bangsa, apapun hasil pemilu nanti akan menghasilkan pasangan pemimpin terbaik bagi bangsa yang tidak lepas dari takdir dan rencana yang digariskan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, kita sebagai umat Islam harus tawakal serta tetap menjaga Ukhuwah Islamiyah;
  3. Dalam rangka menghormati bulan suci Ramadan, mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya umat Islam untuk meningkatkan ketaqwaan, ukhuwah Islamiyah, dan menahan diri dari segala bentuk tindakan yang dapat menimbulkan konflk dan perpecahan;
  4. Mengingatkan kembali, bahwa di bulan suci Ramadan ini, segala perbuatan provokatif dalam upaya memecah belah umat dengan menyebar ghibah, fitnah, hoax dan ujaran kebencian merupakan dosa besar yang dilarang keras oleh agama, sehingga umat Islam wajib menghindarinya;
  5. Mengapresiasi penyelenggara dan mengawasi Pemilu 2019 sehingga dapat berjalan dengan baik, aman, damai, jujur dan adil, serta berbelasungkawa dan turut prihatin atas meninggalnya ratusan 'pahlawan demokrasi' yakni para petugas KPPS pengawas Pemilu yang gugur dalam menunaikan tugas;
  6. Mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya umat Islam untuk menerima dan menghormati hasil keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang sah sesuai Undang-Undang;
  7. Mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya umat Islam untuk menjaga kondusifitas dan menolak adanya pengerahan massaldemonstrasi terkait hasil keputusan KPU, terlebih pada saat bulan puasa, saat kita harus menahan diri dari hawa nafsu. Apabila terdapat keberatan terhadap hasil keputusan KPU, agar ditempuh secara konstitusional sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku;
  8. Melakukan sosialisasi terhadap hasil Multago ini di berbagai forum secara berkelanjutan, agar tercipta sinergitas antar ulama, habaib, pimpinan pondok pesantren dan cendekiawan musim bersama seluruh masyarakat.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar