Yamaha NMax

Menelisik Sejarah Masjid Raya Kota Bogor, Dirancang Arsitek Nonmuslim

  Kamis, 09 Mei 2019   Husnul Khatimah
Masjid Raya Kota Bogor. (Husnul Khatimah/Ayobogor.com)
Selamat datang di Jawa Barat,

Informasi ini dipersembahkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Diparbud) Provinsi Jawa Barat.

Supported by: Ayo Media Network

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM—Masjid Raya Kota Bogor menjadi tempat ibadah favorit warga Bogor maupun wisatawan. letaknya yang strategis di Jalan Pajajaran serta megah dan besarnya masjid jadi alasannya.

Di balik kemegahannya, masjid dua lantai ini ternyata diarsiteki oleh nonmuslim, yakni Friedrick Silalaban atau dikenal FX Silalaban.

FX Silalaban adalah seorang arsitek beragama Protestan asal Tapanuli, Sumatera Utara. Dia telah banyak menciptakan bangunan modern pada masanya yang menjadi bangunan bersejarah.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Raya Kota Bogor Ahmad Fathoni mengatakan, rancangan bangunan masjid ini dibuat oleh FX Silalaban pada 1970.

"Masjid Raya ini dimulai peletakan batu pertamanya tahun 1970. Arsitek yang membangunnya unik yaitu FX Silalaban, beliau walaupun nonmuslim tapi konsen berkiprah membantu membuat arsitektur bangunan Masjid Raya Kota Bogor," katanya.

Menurut Fathoni, FX Silalaban dipilih sebagai arsitek karena dikenal dengan karya-karyanya yang megah dan unik, salah satunya yaitu Masjid Istiqlal Jakarta.

"Intinya beliau dipilih karena kemahirannya dalam hal menggambar. Dalam hal ini beliau bisa memadukan sebuah desain ala Timur Tengah. Kemudian hasil desainya sangat luar biasa sekali, itu bisa terlihat dari Masjid Istiqlal yang juga karya beliau. Maka ketika melihat kemegahan Masjid Istiqlal itu dipilih beliau jadi arsitek," terang Fathoni.

Fathoni menceritakan, Masjid Raya Kota Bogor digagas oleh Wali Kota Bogor masa kepemimpinan Letkol Ahmad Syam bersama para ulama dan tokoh masyarakat. Saat itu, mereka menginginkan adanya sebuah masjid yang megah di Kota Bogor.

Saat itu, mereka membuat tim pembangunan masjid raya dan menetapkan lokasi pembangunan.

"Dipilih beberapa tempat. Awalnya direncanakan di lahan kantor Kejari yang sekarang tapi karena tanahnya di sana waktu itu turun naik, kemudian dimusyawarahkan diputuskan di sini, di Jalan Pajajaran, karena juga melihat kondisi di sini strategis dan sebagainya," kata Fathoni.

Sejak peletakan batu pertama tahun 1970, masjid akhirnya selesai dibangun tahun 1979. Masjid ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat pada masa itu, Aang Kunaefi.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar