Yamaha Aerox

Akses Menuju Lahan Tertutup, Warga Katulampa Somasi Pemkot Bogor

  Senin, 15 April 2019   Husnul Khatimah
Kuasa hukum warga, Dwi Arswendo. (Husnul Khatimah/ayobogor).

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM--Sedikitnya sebanyak 14 orang warga Kelurahan Katulampa melayangkan somasi kepada Pemerintah Kota Bogor dan PT Gunung Swarna Abadi karena akses jalan menuju lahan mereka tertutup imbas pekerjaan interchange jalan tol Jagorawi.

"Kami melakukan somasi ditujukan kepada Wali Kota Bogor dan PT Gunung Swarna Abadi terkait pelaksanaan pekerjaan pembukaan (interchange) jalan tol Jagorawi yang berimbas kepada lahan-lahan milik warga itu tidak bisa memiliki akses jalan," ujar kuasa hukum warga, Dwi Arswendo di pengadilan negeri kelas II A Kota Bogor, Senin (15/4/2019).

Arswendo mengatakan, akses jalan menuju lahan warga itu ditutup menggunakan panel-panel yang dinilai oleh mereka tidak mendapatkan ijin.

"Info berdasarkan keterangan klien kita itu tidak memiliki perijinan terhadap pemasangan panel tersebut makanya hari ini kita layangkan somasi kita kepada Pemkot dan PT Gunung Swarna Abadi," katanya.

Akibat jalan yang ditutup menggunakan panel itu warga tidak memiliki akses ke lahan mereka seluas 1.500 meter yang mayoritas digunakan sebagai perkebunan.

Menurut Arswendo, dulunya pemilik lahan sudah mengadakan  pertemuan dengan PT Jasa Marga, PT Swarna Gunung Abadi dan tanpa dihadiri Pemkot Bogor pada 5 Desember 2018 untuk penyelesaian persoalan.

"Oleh Jasamarga kepada Swarna Gunung Abadi ditekankan untuk memberikan akses jalan untuk warga namun waktu rapat dengan jasamarga itu belum ada jawaban sudah sejak Desember belum ada tindak lanjut, nah makanya akhirnya para pemilik lahan berkuasa kepada saya untuk menindakjanjuti persoalan tersebut," katanya.

Dia mengatakan langkah somasi ini diambil agar Pemkot Bogor dan PT Swarna Gunung Abadi menindaklanjuti keluhan warga tersebut.

"Kalau belum ada respon juga kita kasih deadline tiga hari, setelah itu kita masukan somasi kedua, setelah somasi kedua tidak diindahkan kita ajukan perbuatan melanggar hukum," tukas Arswendo.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar