Yamaha Mio S

Dugaan Pencemaran Lingkungan di Kedunghalang, Pemkot Janji Usut Perusahaan

  Jumat, 12 April 2019   Husnul Khatimah
Warga saat menyampaikan keluhan terkait dugaan pencemaran udara. (Husnul Khatimah/ayobogor)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Plh. Wali Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat berjanji akan segera menindaklanjuti keluhan warga RW 03, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara terkait pencemaran lingkungan yang diduga disebabkan oleh salah satu perusahaan laundry di daerah tersebut.

Ade mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah bergerak melakukan pemeriksaan bahkan sudah melayangkan surat teguran pertama.

“Berkaitan dengan limbah kita pastikan setiap perusahaan itu harus membuat pengelolaan limbah. Saat ini kita tunggu kajian dari DLH,” ujar Ade saat menerima audiensi warga Kedunghalang terkait keluhan pencemaran lingkungan, Kamis (11/4/2019).

Pemkot Bogor sambung Ade ingin warga merasa nyaman dan perusahaan tidak mengganggu kepentingan orang banyak. Siapapun boleh berusaha di Kota Bogor tapi tidak merusak dan mengganggu kenyamanan warga.

“Untuk menyelesaikan masalah ini ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan sesuai dengan aturan. Jika sudah satu kali diberi peringatan maka diberi peringatan kedua. Jika masih belum mengindahkan maka akan dilimpahkan ke Satpol PP untuk mengambil sikap,” tegasnya.

Sebelumnya Lurah Kedung Halang, Rohman mengaku menerima keluhan dari warga khususnya warga RW 03 berkaitan dengan indikasi adanya pencemaran lingkungan. Setelah dilakukan pengecekan ke lokasi, ternyata ada cerobong asap yang menggunakan bahan bakar batubara.

Rohman menyebutkan secara sepintas itu pencemaran. Kemudian ada juga dugaan limbah cair yang dibuang ke sungai. Menurut pengakuan beberapa warga hal itu dilakukannya pada malam hari atau pada saat hujan besar sehingga limbah itu langsung terbawa oleh air. Menindaklanjuti informasi tersebut pihak kelurahan melakukan komunikasi dengan perusahaan.

“Kami ajak bicara dan yang bersangkutan siap untuk memperhatikan keluhan warga. Namun sampai sekarang tidak ada tindak lanjut atau itikad baik dari perusahaan sehingga muncul rasa kekecewaan dari masyarakat sehingga mengadu ke Balai Kota," katanya.

Salah seorang warga yang juga merupakan wakil RT04/RW03, Rahmat mengatakan sudah tiga bulan warga mengeluhkan pencemaran tersebut. Pencemaran khususnya udara terlihat melalui debu berwarna hitam yang menempel di lantai rumah warga.

"Imbasnya ke rumah kita, debunya tebal banget, tiap pagi kita harus menyapu terus karena perusahaan itu kan pake batu bara pembakarannya, namun belum ada kepedulian dari perusahaan itu," ujar Rahmat.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar