Yamaha Mio S

Mahasiswa Miliki Kesempatan Lebih Besar Magang di BUMN

  Senin, 08 April 2019   Fathia Uqimul Haq
Dirjen Belmawa Kemenristekdikti, Ismunandar menandatangani nota kesepahaman terkait kesempatan magang mahasiswa di Kementerian PUPR, BUMN, Kanada, dan Singapura, Senin (8/4/2019). ( Fathia Uqimul Haq/ayobandung.com)

BANDUNG, AYOBOGOR.COM -- Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) teken nota kesepahaman dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), BUMN, dan perusahaan swasta lainnya terkait kesempatan magang mahasiswa yang ekuivalen dengan satuan kredit semester (SKS). Hal ini akan mempermudah mahasiswa untuk tidak merasa lebih berat dalam menjalankan magang sementara masih harus mengambil mata kuliah. 

"Jadi sekarang kita buat kebijakan dari Kemenristekdikti supaya waktu magang ini 45 jam disetarakan 1 SKS," ujar Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Ismunandar, Senin (8/4/2019). 

Kemenristekdikti memuluskan jalan magang mahasiswa di berbagai perusahaan yang terdiri atas Kementerian PUPR, BUMN, Kanada, dan Singapura. Kebutuhan 1.000 tenaga kerja di bidang konstruksi membuat PUPR membuka peluang bagi mahasiswa. Kesempatan ini akan mempertemukan perguruan tinggi dengan jasa konstruksi supaya mahasiswa mengenal dunia kerja yang sesungguhnya. 

Apalagi, PUPR tengah memiliki proyek infrastruktur yang seharusnya menjadi laboratorium mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmunya di lapangan. 

"Lewat program  magang ini mahasiswa punya kesempatan praktek di jasa konstruksi yang kami siapkan di  6000 tempat magang melalui akses ke proyek infrastruktur di  kementerian PUPR. Sekarang PUPR sedang mengelola proyek senilai  110 Triliun , 80% nya ada di konstruksi, "katanya. 

Mahasiswa bisa ditempatkan di tahap perencanaan, badan usaha konsultasi, atau beberapa proyek perumahan. Sehingga mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman kerja untuk lebih mudah menuju kesempatan kerja usai lulus kuliah. 

Hal ini juga bisa memutus rantai bagi mahasiswa dalam mencari pekerjaan. Jika mereka sudah pernah magang di beberapa perusahaan tersebut, setidaknya perusahaan tidak lagi harus melatih para fresh graduate untuk bekerja. 

"Jika performanya dikatakan sangat baik, mereka bisa direkrut sebagai karyawan," ujarnya. 


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar