Yamaha NMax

Polemik Jalan R3: Pemkot dan Pemilik Lahan Beda Tafsiran Soal Ganti Rugi

  Kamis, 14 Maret 2019   Husnul Khatimah
Pemberitahuan regional ring road (R3). (istimewa)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM--Polemik jalan regional ring road (R3) hingga kini belum berakhir, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan pemilik lahan belum menemukan kata sepakat soal ganti rugi lahan seluas 1.987 meter persegi milik Siti Khodijah.

Tercatat hingga saat ini empat kali pertemuan telah dilakukan oleh kedua pihak untuk menyelesaikan persoalan dan pada pertemuan terakhir keduanya memiliki perbedaan penafsiran soal nilai ganti rugi yang diajukan oleh Pemkot Bogor melalui penilaian appraisal dengan nilai Rp14,9 miliar.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan pemilik lahan R3 menafsirkan bahwa Pemkot harus membayarkan ganti rugi kompensasi penggunaan jalan selama empat tahun selain ganti rugi hasil penilaian appraisal.

AYO BACA : Polemik Jalan R3 : Pemilik Lahan Tidak Sepakat Nilai Ganti Rugi

\"Menurut pemilik lahan itu harus ada kompensasi, menurut Pemkot tidak. Kita tidak bisa membayar kompensasi di luar appraisal, itu melanggar aturan, gak bisa menurut kami,\" kata Bima, Kamis (14/3/2019).

Perbedaan tafsiran itu membuat pemilik lahan belum menerima nilai appraisal yang diajukan Pemkot Bogor sehingga jalan alternatif di Kota Bogor ini belum bisa diakses oleh warga.

\"Jadi appraisal sudah diserahkan kepada mereka tapi mereka gak setuju, sudah berkali negosioasi, bermusyawarah, pemikik lahan tidak setuju karena mereka menilai harus ada kompensasi yang dibayarkan,\" kata Bima.

AYO BACA : Polemik Jalan R3, Pemilik Lahan Pertanyakan Penghitungan Ganti Rugi

Setelah kedua pihak memiliki penafsiran yang berbeda maka langkah selanjutnya kata Bima, Pemkot akan berkirim surat ke pengadilan untuk melakukan konsinyasi (penitipan ganti rugi melalui pengadilan) dan akan diputuskan oleh pengadilan.

\"Konsinyasi segera mungkin, minggu ini saya berharap betul minggu ini selesai konsinyasi, karena untuk kepentingan warga,\" kata Bima.

Selama konsinyasi belum beres pihaknya kata Bima akan mencoba mendorong pihak pemilih lahan agar mau membuka akses jalan bagi warga.

\"Pemkot dari awal sudah ingin buka jalan ini tapi pemilik lahan gak mau sebelum urusannya selesai dulu, nah, sekarang urusan ada di tafsiran hukum tapi saya bersurat kepemilik lahan, sambil berjalan dibuka dulu jalannya dan saya melihat ada iktikat baik dari mereka karena ini sama-samalah ini untuk kepentingan publik, akan ada titik temu,\" tukas Bima.

AYO BACA : Musyawarah R3 Dijadwal Ulang Senin Nanti


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar