Yamaha NMax

Sidang Lanjutan Habib Bahar Dihadiri Sedikit Massa Pendukung

  Kamis, 14 Maret 2019   Anya Dellanita
Habib Bahar bin Smith, terdakwa kasus penganiayaan dua remaja di Kabupaten Bogor saat menjalani sidang lanjutan di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Rabu (6/3/2019). (Irfan Al-Faritsi/Ayo Media Network)

BANDUNG, AYOBOGOR.COM -- Terdakwa kasus penganiayaan 2 remaja di Kabupaten Bogor, Bahar bin Smith, akan kembali menjalani sidang lanjutan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bandung, pada Kamis (14/3/2019). Tak seperti 2 sidang sebelumnya, kali ini massa pendukung yang menunggu di luar ruang sidang terlihat lebih sedikit.

Menurut pantauan, massa sudah datang dan melakukan orasi sejak pagi hari. Tim pengamanan dari Polrestabes Bandung, Polda Jabar, dan TNI juga dikerahkan untuk mengamankan jalannya sidang yang rencananya akan dimulai pada pukul 09.00 WIB.

Agenda sidang hari ini adalah pembacaan tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas eksepsi yang diminta oleh tim kuasa hukum Bahar pada sidang sebelumnya. Tim kuasa hukum meminta peradilan kasus penganiayaan remaja yang menjerat kliennya dapat kembali dipindahkan ke Cibinong, Kabupaten Bogor. Pengadilan Negeri (PN) Bandung dianggap tidak berwenang menangani kasus tersebut.

Dalam pembacaan nota keberatan, salah satu kuasa hukum Habib Bahar, Munarman, mengatakan ada tiga poin yang menjadi dasar permintaan pemindahan itu. Tiga poin tersebut adalah tempat, saksi, dan bukti.

"Pertama, karena tempat peristiwa ini kan terjadinya di Kabupaten Bogor, ya pengadilannya Cibinong. Yang kedua kan saksi juga lebih banyak di sana, jadi menurut asas peradilan cepat-murah ya harus di Cibinong," ujarnya saat ditemui usai sidang di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bandung, Rabu (6/3/2019).

Habib Bahar didakwa dengan pasal berlapis dalam sidang perdananya di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, pada Kamis (28/2/2019). Dalam dakwaannya, jaksa menyebutkan bahwa Bahar diduga telah melakukan penganiayaan kepada saksi korban Cahya Abdul Jabar (CAJ) dan Muhammad Khairul Umam Al-Muzaki (MKU) di pondok pesantren Tajul Alawiyyin, Kemang, Kabupaten Bogor. 

Jaksa Penuntut Umum mendakwa Bahar dengan Pasal 333 Ayat (2) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 170 Ayat (2) ke-2, 1, KUHP, Pasal 351 Ayat (2), (1) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP. Ia juga didakwa dengan pasal Pasal 80 Ayat (2) jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perindungan Anak.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar