Yamaha NMax

Terkait Pemilu, Warga Diimbau Jadi Pemilih Cerdas

  Rabu, 13 Maret 2019   Husnul Khatimah
Bupati Bogor, Ade Yasin. (Husnul Khatimah/ayobogor.com)

CIBINONG, AYOBOGOR.COM -- Bupati Bogor Ade Yasin mengajak semua pihak terutama tiga pilar yaitu Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), dan aparatur desa untuk menjaga pemilu serentak untuk bisa kondusif di Bumi Tegar Beriman, sama seperti pada saat pemilihan bupati (pilbup) tahun lalu.

"Kerja sama tiga pilar plus kontestan pemilu serta penyelenggara pemilu dalam menciptakan situasi yang kondusif akan dilihat dan dirasakan oleh masyarakat, oleh karena itu mari kita jaga kondusitifas di Kabupaten Bogor," ujar Ade Yasin usai rapat koordinasi pengamanan pemilu tahun 2019 di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Selasa (12/3/2019).

Demi menjaga kondusitifitas tersebut, ia pun meminta masyarakat Kabupaten Bogor untuk tidak mempercayai kabar hoax, fitnah, ujaran kebencian, dan mejadi pemilih yang cerdas.

"Masyarakat harus menjadi pemilih yang cerdas dengan tidak mudah mempercayai atau terpengaruh oleh kabar hoax, fitnah dan ujaran kebencian, mari kita bekerja sama untuk menangkal hal tersebut karena kalau masyarakat sudah percaya, maka itu menjadi pekerjaan rumah yang berat untuk kita," pintanya.

Ade menuturkan semua pihak harus menyadari bahwa keberagaman masyarakat Indonesia adalah kekayaan luar biasa, berharga dan memperindah lukisan hidup tentang Indonesia yang bersatu, damai, besar dan kuat dengan Pancasila sebagai pemersatu.

"Pemilu adalah ujian besar bagi kedewasaan masyarkat dalam menghadapi perbedaan pilihan pasangan calon presiden-calon wakil presiden dan partai politik demi kemajuan Bangsa Indonesia, mari kita kedepankan sikap toleransi, saling menghormati dan saling menghargai," tutur Ade.

Dia juga menegaskan bahwa ada larangan kampanye di tempat ibadah dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta aparat hukum akan melakukan penindakan atas pelanggaran tersebut.

"Boleh kampanye Pilpres maupun Pileg dimana saja asal jangan ditempat ibadah, jika ada pelangaran aturan tersebut saya minta Bawaslu dan aparat hukum bertindak tegas kepada pelaku pelanggaran tersebut karena hal tersebut merusak tatanan dalam bermasyarakat," tegasnya

Sementara Pangdam III Siliwangi Mayjen Tri Soewandono menjelaskan luasnya wilayah Kabupaten Bogor dengan jumlah penduduk yang besar serta jumlah terbesar Daftar Pemilih Tetap (DPT) se Indonesia yaitu 3,4 juta jiwa tentunya menjadi perhatian hingga  dirinya meminta anggota TNI, Polri dan penyelenggara pemilu bersinergi menjaga kondusititas.

"TNI, Polri, KPU dan Bawaslu  harus bersinergi menjaga kondusitifitas dan jangan anggap sepele pemilu karena di negara lain seperti di Yugoslavia dan Uni Soviet dengan adanya pemilu malah memecah belah bangsa," jelas Mayjen Tri.

Dia menambahkan sesuai Undang-Undang (UU) nomor 34 tahun 2004 maka TNI mempunyai tugas pokok membantu kepolisian dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Kami memiliki tugas menjaga tumpah darah Indonesia hingga kita mencegah potensi-potensi keributan, teror dan lain sebagainya yang bisa memecah kedaulatan bangsa," katanya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar