Yamaha NMax

Bima Arya Paparkan Isu Strategis Pembangunan di Kota Bogor

  Selasa, 05 Maret 2019   Husnul Khatimah
Wali Kota Bogor Bima Arya saat memberikan pemaparan tentang arah pembangunan Kota Bogor di Forum Kepala Daerah se-Jawa Barat (Dok. Humas Pemkot Bogor)

LEMBANG, AYOBOGOR.COM -- Wali Kota Bogor Bima Arya hadir dalam forum Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Kopdar) bersama seluruh kepala daerah tingkat II se-Jawa Barat, di Green Forest Resort, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (4/3/2019). Dalam Kopdar tersebut setiap kepala daerah diberi kesempatan melakukan pemaparan di hadapan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk menyinkronkan, sekaligus mengoptimalkan arah pembangunan 2020

Bima menyampaikan sejumlah poin terkait sinergitas perencanaan pembangunan Kota Bogor di 2020. Ia mengawali pemaparannya dengan isu strategis dan permasalahan pembangunan kota hujan 2019-2024.

AYO BACA : Badan Informasi Geospasial Diharapkan Bantu Perumusan Kebijakan di Kota Bogor

“Ada empat isu strategis Kota Bogor, yakni pembangunan manusia, pembangunan ekonomi, pembangunan infrastruktur dan lingkungan, serta reformasi birokrasi pemerintahan,” ungkap Bima melalui siaran pers yang diterima ayobogor.com, Selasa (5/3/2019).

Bima membeberkan data indikator makro pembangunan Kota Bogor, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 75,16% pada 2017, 76,13% pada 2019, dan ditargetkan meningkat 78,5% pada 2024. Lalu pertumbuhan ekonomi 6,12% pada 2017, 6,57% pada 2019, dan ditargetkan naik 7% pada 2024. Kemudian ada persentase penduduk miskin 7,11% pada 2017, 5,85% pada 2019, dan ditargetkan menurun menjadi 5% pada 2024.

AYO BACA : Bima Arya Ajak Pelaku Ekonomi Kreatif Berkolaborasi

Untuk tingkat pengangguran terbuka sebesar 9,57% pada 2017, 7,03% pada 2019, dan ditargetkan turun 7,6% pada 2024. Sementara Indeks Gini (indikator yang menunjukkan tingkat ketimpangan pendapatan secara menyeluruh) sebesar 0,41% pada 2017 dan ditargetkan menjadi 0,39% pada 2024.

“Saya juga presentasikan program besar, selain yang wajib-wajib. Saya presentasikan program unggulan, yaitu pembangunan park and ride serta penataan kawasan Suryakencana Rp200 miliar, pelebaran jembatan di Jalan Otista Rp40 miliar, dan naturalisasi Ciliwung Rp10 miliar. Karena membutuhkan dana besar, tidak cukup pakai APBD Kota Bogor saja makanya harus di-support oleh APBD provinsi juga,” jelasnya.

Ia menambahkan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil siap mendukung program-program unggulan di Kota Bogor dengan membantu mencarikan sumber pendanaan. “Kang Emil bilang Pemprov siap berkomitmen untuk daerah. Tidak hanya lewat APBD Provinsi saja, tapi dibukakan sumber-sumber pendanaan lain, misalnya dengan melobi ke pemerintah pusat, swasta bank bjb pakai kredit Infrastruktur Daerah (Indah), bisa ikut ke luar negeri melobi lembaga donor hibah, bisa CSR, dana umat, dan lain- lain," bebernya.

AYO BACA : Larangan Kantong Plastik Pun Sasar Pasar Tradisional


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar