Yamaha NMax

Protes Data WNA Masuk DPT, Mahasiswa Demo di Kantor KPU Cianjur

  Selasa, 05 Maret 2019   Fira Nursyabani
Ilustrasi e-KTP. (ANTARA/Ardiansyah)

CIANJUR, AYOBOGOR.COM -- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cianjur, Jawa Barat, melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur, pada Senin (4/3/2019). Mereka  memprotes kesalahan yang dilakukan panitia pemilu terkait data warga negara asing (WNA) yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Koordinator aksi Dede Romansyah mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa dalam mengawal demokrasi pada Pemilu 2019. "Kami sangat kecewa karena KPU Cianjur telah lalai dan melakukan kesalahan dalam memasukkan data, di mana seorang WNA dapat masuk Daftar Pemilihan Tetap (DPT)," kata Dede.

Mereka menuntut KPU Cianjur agar tidak lagi melakukan kesalahan serupa, sehingga dapat meresahkan warga di Cianjur khususnya dan Indonesia pada umumnya. "Kami sangat menyayangkan sekali di mana WNA tersebut bisa masuk DPT, sedangkan warga asli tidak masuk dalam DPT. Kesalahan yang dilakukan KPU tentunya mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu," ujar dia.

Pihaknya mengancam akan melakukan aksi dengan massa yang lebih banyak jika ditemukan kembali kesalahan serupa. Mereka menuntut komisioner KPU Cianjur untuk mundur dari jabatannya.

"Kalau kemudian hari hal serupa ditemukan, kami akan menuntut agar ketua KPU dan komisoner KPU lainnya mundur dari jabatannya," ungkapnya.

Ketua KPU Cianjur Hilman Wahyudi mengatakan akan menerima kritik dan saran yang disampaikan mahasiswa, selama tidak anarkis. Bahkan pihaknya menilai aksi di depan kantor KPU merupakan hal wajar sebagai bentuk demokrasi

Namun ia menyayangkan aksi yang dilakukan mahasiswa tidak berdasarkan riset yang cukup, karena Bawaslu memutuskan hal tersebut bukan kelalaian pihaknya dan bukan pelanggaran administrasi. "Kami sudah melakukan perbaikan atas kesalahan dalam memasukkan data tersebut. Namun kami menerima apa yang disesalkan teman-teman mahasiswa dan menjadi pelajaran bagi kami agar tidak terulang kembali," jelas Hilman.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar