Yamaha NMax

Larangan Kantong Plastik Pun Sasar Pasar Tradisional

  Sabtu, 02 Maret 2019   Husnul Khatimah
Bima Arya saat memberikan sosialisasi larangan penggunaan kantong plastik (husnul Khatimah/ayobogor).

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM--Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2019, Wali Kota Bogor, Bima Arya mewacanakan larangan penyediaan kantong plastik di Kota Hujan ditargetkan masuk ke pasar tradisional.

Menurut Bima penggunaan, kantong plastik telah menjadi permasalahan serius terhadap lingkungan. Karena itu jika memungkinkan, pengendalian kantong plastik di pasar tradisional ditargetkan bisa diterapkan dalam kurun waktu 1 hingga 2 tahun kemudian.

“Kita siapkan sesegera mungkin untuk bisa mengelola kantong plastik di pasar-pasar tradisional. Kita siapkan waktunya, bisa tahun depan bisa dua tahun lagi. Itu semua tergantung dari niat dan kegigihan kita," ujar Bima, Jumat (1/3/2019) petang.

Bima mengakui tak mudah untuk menerapkan aturan pelarangan kantong plastik di seluruh pasar di Kota Bogor oleh sebab itu persiapan harus dilakukan mulai dari sekarang.

"Memang tidak gampang untuk kelola kantong plastik di pasar tradisional ini karena sumbernya ada di sana (pasar tradisional). Oleh karena itu kita siapkan sekarang, misalnya melalui PD Pasar agar membuat pilot project di salah satu pasar tradisional Kota Bogor untuk bertahap mengurangi penggunaan kantong plastik,” ujar Bima.

Selain itu, Bima juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor lebih gencar menyosialisasikan Perwali Nomor 61 Tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik di mal dan toko ritel modern kepada masyarakat. Apalagi kedepannya kebijakan tersebut akan masuk ke pasar tradisional. 

“Dinas harus sering sidak, Giant dicek, Transmart dicek, Ekalos dicek, Alfamart dan Indomart juga dicek. Bagi yang masih nakal sudah waktunya hukum berbicara, kita gak boleh kendor di lapangan. Jangan sampai saya mendapatkan video atau foto dari warga bahwa masih ada toko ritel modern yang masih sediakan kantong plastik,” tegas Bima.

Pada kesempatan tersebut, Bima juga meminta kepada jajaran dinas untuk menyajikan data dan angka untuk perbandingan sejak diterapkannya kebijakan tentang pengurangan penggunaan kantong plastik di toko ritel 

“Saya minta data-data dan angka sejak 1 Desember 2018 kita terapkan Perwali tentang pengurangan kantong plastik ini saya ingin tahu berapa yang berkurang. Jadi kita punya data perbandingan, sampah plastik ini berkurangnya berapa. Nah kita harus bisa mengukurnya secara berkala,” katanya. 


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar