Yamaha Mio S

Kuliner Bogor: Mengintip Pembuatan Dodol Betawi di Bazar Rakyat

  Selasa, 12 Februari 2019   Husnul Khatimah
Tarsidi sedang membuat adonan dodol Betawi. (Husnul Khatimah/ayobogor).

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM--Terhitung sejak Selasa (12/2/2019), Wihara Dhanagun menggelar Bazar Rakyat di pelataran wihara hingga tujuh hari ke depan. Bazar ini merupakan rangkaian pesta rakyat Bogor Street Fest CGM 2019.

Bazar Rakyat menghadirkan ragam tenant yang menarik untuk dikunjungi, di antaranya adalah tenant kuliner tradisional Dodol Betawi. Tenant ini merupakan milik Tarsidi, pengusaha dodol Betawi asal Depok dengan nama produk Dodol Betawi Satibi khas Depok.

Menariknya, dalam Bazar Rakyat kali ini Tarsidi bersama salah satu orang rekannya bukan hanya menjajakan Dodol Betawi yang telah siap jual. Namun, di tenant-nya itu Tarsidi juga langsung memasak Peganan kas Betawi sejak dari awal proses pembuatan.

Tarsidi memang sengaja memasak langsung dodol Betawi di tenant miliknya dengan alasan untuk menarik perhatian pelanggan dan keinginan untuk menyajikan dodol yang masih hangat kepada pembeli.

Saat ayobogor berkunjung ke tenant Tarsidi, dia sedang sibuk membuat adonan dodol yang mulai kental dan terlihat berwarna coklat pekat. Aroma dodolnya pun tercium wangi yang bikin penasaran untuk mencicipinya.

"Adonannya harus diaduk terus karena kalau tidak diaduk dodolnya tidak rata, bahan-bahannya tidak bercampur dan rasanya juga tidak enak atau legit," ucap Tarsidi.

Menurutnya, butuh kesabaran untuk mengaduk adonan dodol tersebut sebab membutuhkan waktu yang lama yakni sekira delapan jam sejak proses awal pembuatan dimulai.

"Kalau di bazar ini kita masak pakai bahan bakar gas, tapi kalau di pabriknya di rumah di Depok kita masaknya pakai kayu bakar supaya wangi," kata Tarsidi.

Dijelaskan, untuk membuat dodol khas Betawi buatannya tak banyak bahan yang dibutuhkan hanya tiga macam saja yakni ketan, santan dan gula merah. Pembuatan adonan dodol dimulai dengan memanaskan santan di kuali besar hingga setengah matang. Setelah itu santan yang sudah panas ditaburi gula merah dan kemudian dicampur dengan ketan.

"Setelah itu diaduk-aduk sampai kental biasanya memakan waktu sekitar delapan jam dari awal sampai akhir, dodol dikatakan sudah matang apabila terlihat keluar minyak di permukaan atas adonan dodol," kata Tarsidi.

Dodol yang telah matang biasanya akan dibiarkan selama beberapa menit untuk kemudian dibungkus ke dalam kotak atau plastik dan siap untuk dijual.

"Ada empat varian dodol yang kita jual disini yaitu dodol ketan hitam, durian, original dan toping wijen. Kita jual dengan harga beragam untuk satu bungkus yang kecil Rp.15.000 dan Dodol yang satu setengah kilo Rp.50.000," ucap Tarsidi.

Dia mengatakan sudah sepuluh tahun lamanya menggeluti usaha pembuatan dodol Betawi ini yang merupakan usaha keluarga turun temurun. Biasanya dodol buatan Tarsidi dijajakan dari rumahnya di Depok dan pameran-pameran di Mall.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar