Yamaha Mio S

Bima Arya Ingin Wujudkan Kota Bogor Ramah Keluarga

  Rabu, 06 Februari 2019   Husnul Khatimah
Wali Kota Bogor, Bima Arya

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Wali Kota Bogor Bima Arya mengungkapkan keinginannya untuk menjadikan Bogor sebagai Kota Ramah Keluarga. Dengan demikian, di setiap aspek kehidupannya kota ini dapat menguatkan ketahanan keluarga.

Konsep Kota Ramah Keluarga ini akan menjadi visi dan misi Pemerintah Kota Bogor pada 2020 hingga 2024 atau periode kedua kepemimpinan Bima Arya sebagai Wali Kota.

"Kota Ramah Keluarga adalah kota yang setiap aspek kehidupannya itu menguatkan ketahanan keluarga, menguatkan kebersamaan, dan memberikan rasa nyaman dan aman bagi keluarga," ujar Bima kepada ayobogor.com, saat ditemui di Balai Kota Bogor, Rabu (6/2/2019).

Visi ini, menurutnya, dibuat berdasarkan pengamatan selama memimpin Kota Bogor selama kurang lebih empat tahun di periode pertamanya. Ia menegaskan, semua aspek kehidupan berujung pada keluarga.

"Hasil pengamatan saya selama empat tahun bertugas jadi wali kota melihat bahwa ujung-ujungnya semuanya itu adalah tentang keluarga bagaimana kita hidup di kota yang memberikan kenyamanan bagi keluarga. Jadi kebutuhan dasar manusia itu ada dari keluarga," kata Bima.

Untuk mewujudkan Kota Bogor yang ramah keluarga, Pemerintah Kota Bogor telah memulainya melalui pembangunan fisik dan non-fisik, seperti sekolah ibu yang telah meluluskan ribuan ibu.

"Banyak sekali (yang telah dijalankan) dari aspek kesehatan, pendidikan sebagainya, ada sekolah ibu, ada pemberdayaan perempuan, pelatihan UMKM, ada perbaikan fasilitas pendidikan, pendirian puskemas dan lainnya," kata Bima.

Bima menambahkan, ke depannya masih banyak yang harus diwujudkan untuk benar-benar menjadikan Kota Bogor sebagai Kota Ramah Keluarga. Programnya akan dikerjakan secara bertahap.

"Sekolah ibu akan terus berjalan, rasa aman ditingkatkam kemudian pencegahan tawuran, mencegah narkoba, meningkatkan fasilitas kesehatan, membangun ruang terbuka yang lebih banyak, meningkatkan fasilitas olahraga, pemberdayaan ekonomi agar tidak ada lagi penganguran, memperluas cakupan pelayanan pendidikan dan lainnya," papar Bima.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar