Yamaha NMax

Lebih 2 Pekan Pelaku Pembunuhan Siswi SMK Bogor Belum Terungkap

  Kamis, 24 Januari 2019   Husnul Khatimah
Kapolresta Bogor Kota Komisaris Besar Polisi Hendri Fiuser. (Husnul Khatimah/ayobandung)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Pelaku pembunuhan siswi Sekolah Menengah Kejuruan Baranangsiang Andriana Yubelia Noven hingga saat ini masih misterius. Sudah lebih dari dua pekan polisi belum berhasil menangkap pelaku.

Kapolresta Bogor Kota Komisaris Besar Polisi Hendri Fiuser mengatakan hingga saat ini pihaknya dibantu oleh Mabes Polri dan Polda Jabar masih terus melakukan penyelidikan kasus pembunuhan yang terjadi pada Selasa (8/1/2019) sore di Jalan Riau, Kota Bogor.

"Perkembangan kasus Noven hingga saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap orang yang diduga sebagai pelakunya," ujar Hendri ditemui di Markas Polres Bogor kota, Kamis (24/1/2019).

Dia mengatakan hingga saat ini polisi telah memeriksa sebanyak 25 saksi yang merupakan teman, keluarga dan penjaga kosan korban. Meski telah banyak saksi yang diperiksa belum ada pernyataan saksi yang mengarah kepada pelaku.

"Saksi-saksi di TKP tidak ada yang melihat dengan jelas siapa pelaku, kemudian teman-teman korban dan yang kita ambil jadi saksi juga tidak mengenal siapa orang ini," kata Hendri.

Kesulitan polisi bukan hanya karena tidak adanya saksi yang melihat pelaku namun juga tidak jelasnya gambar pelaku pada rekaman kamera pengintai alias CCTV.

"Kita mempunyai bukti-bukti petunjuk berupa rekaman CCTV namun tidak jelas sudah kita teliti tidak bisa dibesarkan karena memang resolusi CCTV itu sangat rendah, gambar pecah," kata Hendri.

Kendala lainnya yang ditemukan kepolisian adalah belum terindikasinya sidik jari pelaku meskipun sudah diteliti di laboratorium baik pada pisau maupun pada barang-barang lainnya.

Menurut Hendri sulit ditemukannya sidik jari diduga lantaran jarak yang cukup jauh antara ditemukannya jasad korban dengan detik-detik penikaman korban.

"Proses ditemukan korban dalam keadaan terbunuh agak lama bisa saja karena terjadi penguapan sidik jari sulit teridentifikasi," terang Hendri.

Meski menemukan kesulitan pihaknya sambung Hendri memastikan bahwa penyelidikan terus dilakukan. Segala kemungkinan dan temuan baru akan ditelusuri oleh petugas kepolisian.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar