Flyover RE Martadinata Dibangun, Jalan Dewi Sartika Dipersiapkan Sebagai Jalur Alternatif
Oleh Husnul Khatimah, pada Nov 06, 2018 | 13:57 WIB
Flyover RE Martadinata Dibangun, Jalan Dewi Sartika Dipersiapkan Sebagai Jalur Alternatif
Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat. (Husnul Khatimah/ayobogor)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Proyek pembangunan flyover di Jalan RE Martadinata Kota Bogor telah dimulai sejak 26 Oktober dan ditargetkan tuntas pada Desember 2019. Selama proses pengerjaan proyek tersebut, dipastikan arus lalu lintas tidak akan ditutup atau dialihkan.

Selama proses pengerjaan, ada sejumlah skema rekayasa lalu lintas, baik untuk kendaraan dari arah Air Mancur maupun Cimanggu salah satunya menyiapkan jalur alternatif untuk memecah kepadatan selama proses pengerjaan berlangsung.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, Jalan Dewi Sartika merupakan salah satu jalur alternatif yang akan dipersiapkan oleh Pemkot Bogor bagi para pengendara. Oleh karena itu, jalur tersebut perlu dilakukan penataan agar menjadi lebar dan bisa dimanfaatkan dengan baik.

“Memang konsepnya itu segera dilakukan pembenahan supaya nanti kaitan dengan pembangunan Flyover kendaraan bisa masuk ke jalan alternatif (Jalan Dewi Sartika),” ujar Ade, Selasa (6/11/2018).

“Oleh karena itu, Pemkot akan segera melakukan penataan kawasan dan relokasi PKL, dan ingin juga pembangunan berjalan supaya rute alternatif itu bisa bermanfaat,” tambahnya.

Menurut Ade, opsi relokasi untuk para pedagang pun telah disosialisasikan oleh pihak-pihak terkait, mulai dari aparatur wilayah, SKPD hingga PD Pasar Pakuan Jaya. Rencananya para pedagang yang sebelumnya berada di Jalan Dewi Sartika akan direlokasi ke Blok C dan D Pasar Kebon Kembang.

“Sekarang yang sosialisasi PD Pasar, kata kuncinya sudah siap belum. Siap untuk sosialisasi, siap untuk relokasi, itu supaya mereka nyaman meski tidak senyaman di kios. Tapi mohon juga dimaklumi dan dipahami. Memang ditempat baru juga tidak cepat ramai. Oleh karena itu PD Pasar harus membantu,” katanya.

Sekedar informasi, pembangunan Fly Over sepanjang 458 meter ini akan dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya dengan lama waktu selama 420 hari kerja. Proyek tersebut didanai APBN tahun anggaran 2018 dan 2019 sebesar Rp 97 miliar.

Selama masa pembangunan proyek tersebut, Dishub dibantu kepolisian akan menyiapkan tiga skema rekayasa lalu lintas, yaitu rekayasa lalin hingga Desember 2018 kendaraan masih dapat melalui Jalan RE Martadinata.

Kemudian, Januari 2019 hingga pertengahan Mei 2019 melalui jalur frontage road yaitu jalur yang dibangun oleh pengembang di samping pembangunan flyover dan skema di pertengahan Mei hingga September 2019 akan diberlakukan sistem buka tutup jalur. 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Aerox