Sukseskan Peparda Jabar, Ratusan Tenaga Medis Diturunkan
Oleh Husnul Khatimah, pada Nov 02, 2018 | 18:28 WIB
Sukseskan Peparda Jabar, Ratusan Tenaga Medis Diturunkan
Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menerjunkan ratusan tenaga medis di Pekan Olahraga Paralimpik Daerah (Peparda) V Jabar 2018 yang berlangsung 4-13 November 2018. (husnul Khatimah/Ayobogor.com)

CIBINONG, AYOBOGOR.COM -- Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor bakal menerjunkan 110 tenaga medis, 18 ambulans dan Medical Center untuk meminimalisir terjadinya masalah kesehatan serius pada atlet yang bertanding di Pekan Olahraga Paralimpik Daerah (Peparda) V Jabar 2018 yang berlangsung 4-13 November 2018.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Bogor sekaligus Ketua Bidang Kesehatan Peparda V Jabar 2018, Erwin Suriana menuturkan, 110 tenaga kesehatan terdiri dari 21 Dokter umum, perawat 42 orang, driver 21 orang, dan tenaga medis PMI 26 orang serta tiga rumah sakit rujukan yaitu RSUD Cibinong, Ciawi, dan Sentra Medika.

AYO BACA : Tekan Angka Penderita Stunting, Ini yang Dilakukan Dinkes

“Pengecekan ini untuk memastikan mobil ambulans baik secara fisik maupun peralatan medisnya siap guna memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi para atlet yang akan bertanding nanti,” ujar Erwin, Jumat (2/11/2018).

Menurutnya, ratusan tenaga medis tersebut sudah mendapatkan pelatihan pada September lalu sebelum berlangsungnya kegiatan PORDA XIII Jabar. Meski demikian pihaknya juga akan melakukan pembekalan kembali, karena ada beberapa hal yang membedakan antara Atlet umum Porda dengan Atlet disabilitas Peparda.

AYO BACA : Dinkes: Pelarangan Iklan Rokok Bukan Hanya Untuk Toko Retail

“Pembekalan teknis tentunya dapat meningkatkan pelayanan dan profesional tim medis kita. Kami juga sangat terbantu dengan adanya relawan tenaga medis dari PMI, tentunya dengan ini kita bisa bekerja lebih optimal,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Peparda V Jabar 2018, Dadang Irfan mengatakan, suksesnya kegiatan Peperda V Jabar 2018 ditentukan oleh bidang-bidang, salah satunya bidang kesehatan. Meskipun di kegiatan tersebut hanya ada 12 Cabang Olahraga yang ditandingkan, akan tetapi karakter para atlet membutuhkan perhatian dan pelayanan kesehatan khusus mulai dari tim dokter hingga psikolog.

“Emosi mereka (para atlet Peparda) lebih sensitif dari pada atlet umum Porda, jadi meskipun jumlahnya lebih sedikit. Tapi dibutuhkan kecepatan, ketepatan dan keahlian lebih dalam menanganinya,” papar Dadang.

Tambahnya, Peparda V Jabar tahun ini  berbeda dengan Peparda sebelumnya, dimana biasanya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)  terlibat dalam kegiatan tersebut. Justru kali ini Peparda melepaskan diri dari KONI.

“Ini pertama kalinya kegiatan ini terlepas dari KONI. Kita harus bisa menyelenggarakan lima sukses. Jika berhasil maka kita akan menjadi patokan kegiatan Peparda selanjutnya, bagi daerah-daerah lainnya,” pungkasnya.

AYO BACA : Dinkes: BAB Sembarangan Menuai Banyak Dampak Negatif

Editor : Dadi Haryadi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Aerox