Flyover RE Martadinata Mulai Dibangun, Tuntas Desember 2019
Oleh Husnul Khatimah, pada Nov 01, 2018 | 17:54 WIB
Flyover RE Martadinata Mulai Dibangun, Tuntas Desember 2019
Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi Kadis PUPR, Chusnul Rizaqi. (Husnul Khatimah/AYobogor.com)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Proyek pembangunan flyover Jalan RE Martadinata Kota Bogor yang berada di perlintasan Kereta Api telah memasuki pengerjaan dan ditargetkan tuntas pada Desember 2019.

"Pekerjaan lapangan sudah dimulai sejak 26 Oktober dan akan memakan waktu 420 hari kalender artinya kemungkinan besar di Desember 2019 finish dari pelaksanaan pembangunan flyover ini," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, Kamis (1/11/2018).

Chusnul menuturkan pembangunan flyover ini telah direncanakan sejak tahun 2015 yang bertujuan untuk mengatasi kemacetan di Jalan tersebut yang disebabkan adanya perlintasan Kereta Api.

AYO BACA : Flyover RE Martadinata Bakal Dibangun Tahun Ini

"Untuk pelaksanaan pembangunan flyover Re Martadinata melalui proses cukup panjang dimana direncanakan tahun 2015 terakhir 2017, 2018 kami membebaskan lahan yang sesuai design yang dibutuhkan dan akhirnya tahun ini sudah bebas semua," kata Chusnul.

Flyover RE Martadinata ini nantinya akan memiliki panjang 458 meter dan menghabiskan dana sebesar Rp105 miliar yang dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui kementerian PUPR.

"Tahun 2018 sudah dilakukan lelang proyek dan dimenangkan oleh PT Brantas Adipraya mereka sudah melakukan kontrak dan melakukan pekerjaan lapangan," kata Chusnul.

AYO BACA : Hindari Macet di Puncak, Ayo Berangkat Pagi Hari!

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan pembangunan Flyover Martadinata berawal dari sebuah perbincangan antara dirinya dengan Presiden Joko Widodo pada tahun 2015 di Istana Bogor.

Saat itu kata Bima Jokowi menanyakan apa persoalan utama di Kota Bogor yang harus diselesaikan dalam waktu dekat dan dijawab olehnya adalah kemacetan di Jalan RE Martadinata karena ada perlintasan kereta Api.

"Beliau banyak bertanya, ditanya apa persoalan utama Kota Bogor. Saya jawab macet dan yang paling parah adalah RE Martadinata dan minta dibangunkan antara Flyover atau under pass oleh pemerintah pusat. Kemudian Presiden minta saya koordinasi dengan pak menteri dan jadinya flyover dan bisa terlaksana tahun ini setelah sebelumnya kita lakukan pembebasan lahan," kata Bima.

Dia menambahkan selain pembangunan Flyover Martadinata, Pemerintah Kota Bogor juga tengah menunggu dua usulan permintaan bantuan pembangunan flyover dari pemerintah pusat yakni flyover MA Salmun dan Kebun Pedes.

AYO BACA : Jalur Puncak Padat Diberlakukan One Way

Editor : Dadi Haryadi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Aerox