Menengok Ratusan Senjata Kuno Peninggalan Tentara PETA di Bogor
Oleh Husnul Khatimah, pada Oct 25, 2018 | 11:26 WIB
Menengok Ratusan Senjata Kuno Peninggalan Tentara PETA di Bogor
atusan senjata kuno berupa pedang dan senjata api tersusun rapi di Museum PETA, Kota Bogor. (ayobogor.com/Husnul Khatimah)
BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM--Ratusan senjata kuno berupa pedang dan senjata api tersusun rapi di Museum PETA, Kota Bogor. Senjata tersebut bukan sembarang senjata karena sarat akan nilai sejarah perjuangan para pahlawan mengusir para penjajah.
 
Pemandu Museum PETA, Yullies Fatimah mengatakan senjata tersebut merupakan senjata yang digunakan oleh pasukan tentara yang merupakan cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI) yakni tentara Pembela Tanah Air (PETA).
 
"Senjata ini merupakan rampasan dari Jepang yang dulunya digunakan oleh tentara PETA dalam perjuangan kemerdekaan yang kemudian dikumpulkan oleh yayasan PETA untuk dilestarikan di museum ini," ujar Yullies kepada ayobogor di Museum dan Monumen PETA, Kamis (25/10/2018).
 
Yullies menuturkan setidaknya ada sebanyak 397 pucuk senjata asli yang dikoleksi oleh museum yang dikelola oleh Dinas Sejarah Angkatan Darat ini mulai senjata berat, sedang hingga ringan. Keseluruhan senjata itu dipamerkan di dalam dan luar vitrin.
 
"Bentuknya berupa senjata mesin berat, senjata mesin ringan, senjata laras panjang, pistol, bayonet, kompas, teropong, bahkan ada meriam dan dua tank baja asli yang digunakan TNI saat operasi timur-timur dulu," kata Yullies.
 
Menurutnya ratusan senjata yang dikoleksi berasal dari berbagai wilayah termasuk Kota Bogor yang menjadi salah satu daerah tempat tentara PETA dilatih.
 
Dari ratusan senjata yang ada senjata berbentuk samurai bernama pedang samurai katana menjadi ikonik di Museum yang dibangun pada tahun 1745 ini. Pedang tersebut merupakan senjata asli milik perwira tinggi PETA.
 
Keseluruhan koleksi senjata sudah tidak bisa digunakan karena memang sengaja tidak diaktifkan, namun Yullies memastikan bahwa semua senjata akan terus terawat dan lestari agar bisa disaksikan setiap generasi bangsa.
 
"Senjata akan terus kita rawat untuk dilestarikan ke generasi selanjutnya setahun sekali diminyakin supaya tidak berkarat dan tank baja sekali setahun di cat. Siapapun yang mau mempelajari atau sekedar melihat senjata bersejarah ini diizinkan untuk semua berkunjung," kata Yullies.

AYO BACA : Kota Bogor Dapat Jatah Pengakatan 135 Guru PNS

AYO BACA : Seorang Gadis Campurkan Abu Jenazah Dalam Adonan Biskuit

Editor : Rizma Riyandi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Aerox