Seorang Profesor IPB Digugat Rp510 Miliar
Oleh Husnul Khatimah, pada Oct 11, 2018 | 14:58 WIB
Seorang Profesor IPB Digugat Rp510 Miliar
Pengadilan Negeri Cibinong. (Husnul Khatimah/ayobogor).

CIBINONG, AYOBOGOR.COM--Seorang Profesor Institut Pertanian Bogor, Bambang Hero Saharjo digugat oleh PT Jatim Jaya Perkasa  (PT JJP) ke Pengadilan Negeri (PN) Cibinong. 

\"Iya benar ada perkara gugatan dari PT JJP kepada Bambang Hero Saharjo dengan register tanggal 17 September 2018,\" ujar salah seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya saat ditemui Ayobogor, di PN Cibinong, Kamis (11/10/2018).

Bambang diketahui merupakan saksi ahli Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam menghadapi PT JJP untuk kasus kebakaran hutan pada 2013. Dari sejumlah persidangan yang digelar, PT JJP divonis bersalah pada 28 Juni 2018. PT JJP diwajibkan membayar ganti rugi serta biaya pemulihan lingkungan sebesar Rp 491 miliar. 

Tak terima dengan putusan tersebut, PT JJP kemudian menggugat Bambang ke PN Cibinong dengan gugatan telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menganggap keterangan Bambang pada tahun 2013 tidak memiliki kekuatan pembuktian.

AYO BACA : Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia Salurkan Bantuan untuk Palu

\"Surat keterangan ahli kebakaran hutan dan lahan, Bambang Hero Saharjo tertanggal 18 Desember 2013 yang diterbitkan menggunakan logo Institut Pertanian Bogor yang dibuat dan ditandatangani oleh tergugat adalah cacat hukum, tidak memiliki kekuatan pembuktian dan batal demi hukum,\" ujar PT JJP dalam gugatannya yang didapatkan ayobogor dari PN Cibinong.

PT JJP menggugat agar Bambang dihukum dan membayar kerugian materil berupa biaya operasional pengurusan permasalahan lingkungan hidup, biaya akomodasi dan biaya lainnya sebesar Rp 10 miliar. Bambang juga diminta untuk membayar kerugian moril PT JJP sebesar Rp 500 miliar. 

\"Menghukum tergugat membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) setiap hari atas kelalaian tergugat melaksanakan seluruh isi putusan pengadilan, menghukum tergugat untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam perkara ini,\" tambah JJP.

Berdasarkan data yang didapat, sidang pertama kasus telah terjadwal pada 17 Oktober 2018.

AYO BACA : Kabupaten Bogor Sapu Bersih Emas Balap Sepeda Motor Porda Jabar

Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Lexi