Kota Bogor Bakal Bawa Permainan Tradisional ke Atas Panggung
Oleh Husnul Khatimah, pada Apr 04, 2018 | 13:40 WIB
Kota Bogor Bakal Bawa Permainan Tradisional ke Atas Panggung
Suasana acara pelatihan pengembangan kaulinan urang lembur di Gedung Kemuning Gading, Bogor, Rabu (4/4). (ayobogor/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Guna melestarikan dan mensosialisasikan permainan tradisional atau kaulinan urang lembur kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan anak-anak, Pemerintah Kota Bogor bakal mengemasnya menjadi sebuah pertunjukan panggung.

Sebelumnya, demi melestarikan kaulinan urang lembur, Pemkot Bogor memiliki Alimpaido, semacam festival olahraga tradisional. Hanya saja, saat itu permainan tradisional belum terlalu variatif.

Seiring perkembangan zaman, Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Bogor merasa perlu adanya variasi dalam melestarikan permainan tradisional agar lebih menarik perhatian, salah satunya dijadikan sebagai pertunjukan panggung.

"Jadi selain bisa dimainkan di lapangan, di panggung juga bisa yang divariasikan dengan seni tari supaya menarik anak-anak dan kalau perlu digabungkan dengan gamelan," ujar Kepala Disbudpar Kota Bogor, Sahlan Rasyidi, saat ditemui di lingkungan Balai Kota Bogor, Rabu (4/4/2018).

Sahlan menambahkan, untuk mewujudkan permainan tradisional menjadi sebuah pertunjukan panggung, pihaknya terlebih dahulu mengadakan sosialisasi sekaligus pelatihan kepada guru-guru seni dan olahraga yang ada di Kota Bogor. Kegiatan itu diadakan pada hari ini di Gedung Kemuning Gading, Kota Bogor.

"Alhamdulillah ada 200 guru yang ikut dan ada empat pemateri yang akan memberikan materinya. Yang paling utama dari pelatihan ini adalah bagaimana melestarikan dan mengembangkan seni tradisional di kalangan anak-anak," kata Sahlan.

Dia menambahkan, usai pelatihan ini diharapkan guru-guru mendapatkan wawasan dan materi tentang bagaimana mengembangkan termasuk mengemas kaulinan urang lembur menjadi sebuah pertunjukan panggung yang menarik dan bisa diajarkan kepada anak didik mereka.

Nantinya, pada bulan Oktober, Disbudpar juga akan mengadakan sebuah lomba terkait pengemasan permainan tradisional di panggung.

"Kita ada lomba bulan Oktober nanti, sekarang ada pelatihan dulu, sosialisasi supaya guru mau dan bisa menerapkan ke dalam mata pelajaran karena guru kurang terampil untuk mempraktikkan kaulinan urang lembur di panggung," ujar Sahlan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Wali Kota Bogor, Usmar Hariman mengatakan, upaya untuk mengemas kaulinan urang lembur menjadi sesuatu yang lebih menarik untuk ditonton memang perlu dilakukan. Jika tidak dilakukan, bisa saja warisan budaya itu musnah tergerus permainan modern.

"Kalau tidak kita upayakan ia akan hilang atau musnah tergerus permainan modern yang ada di tengah kita, terutama permainan anak-anak yang ada di gadget. Mudah-mudahan narasumber pun bisa menyampaikan langkah konkret kaitan dengan bagaimana kaulinan urang lembur ini bisa lebih modern, kekinian sehingga generasi zaman sekarang ini mengenal kaulinan urang lembur," tutup Usmar.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Lexi