Kota Bogor Targetkan Bakal Punya 68 Kampung Buah
Oleh Husnul Khatimah, pada Mar 12, 2018 | 16:44 WIB
Kota Bogor Targetkan Bakal Punya 68 Kampung Buah
Kepala Bidang Penyuluhan Distani Kota Bogor, Dian Herdiawan. (Husnul Khatimah/ayobogor)

BOGOR UTARA, AYOBOGOR.COM -- Kota Bogor dimasa mendatang diharapkan akan mempunyai 68 kampung buah karena saat ini Dinas Pertanian (Distani) Kota Bogor, tengah merencanakan untuk membangun kampung buah itu di setiap kelurahan.

"Kami ingin membuat suatu zona yaitu zona tematik buah. Jadi agroforesty, holtikultura, satu kelurahan satu jenis pohon buah," ujar Kepala Bidang Penyuluhan Distani Kota Bogor, Dian Herdiawan kepada ayobogor saat ditemui di kantornya, Senin (12/3/2018).

Dian menuturkan program kampung tematik buah ini akan dikembangkan oleh pihaknya bekerja sama dengan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan Puslitbang Hortikultura. KTNA dan Puslitbang Hortikultura akan membantu untuk menyediakan bibit buah.

Sejauh ini menurut Dian belum ada kampung buah di Kota Bogor. Ia mencontohkan kampung buah saat ini baru ada di Kota Depok yakni kampung belimbing namun hal itu dinilai berbeda karena kampung belimbing di Depok berskala kota sedangkan di Bogor berskala kelurahan.

Buah yang akan ditanam di setiap kelurahan akan berbeda. Sebelum penanaman, kelurahan yang bersangkutan akan diajak untuk bermusyawarah menentukan buah apa yang akan ditanam oleh mereka. Kemudian Distani akan menjadi fasilitator masyarakat dengan penyedia bibit buahan.

"Jadi masyarakat sendiri yang menentukan buahnya seperti apa seperti kemaren itu ada Cipaku yang akan membuat zona buah alpukat, kemudian Rangga Mekar, Situ Gede itu akan menjadi zona rambutan," ujar Dian.

Bagi masyarakat yang ingin membangun kampung buah di kelurahannya ia mempersilakan untuk mendaftar ke Distani. Selain difasilitasi untuk mendapatkan bibit, Distani melalui penyuluhan lapangan juga akan memberikan pendampingan saat proses penanaman.

Program kampung buah ini memiliki beberapa tujuan,  di antaranya adalah menggiring minat masyarakat untuk mendatangi kampung tersebut pada saat musim panen tiba. Misalnya pada saat panen alpukat tiba maka orang otomatis akan datang ke Cipaku.

Selain itu kampung buah juga dibangun untuk membantu mensejahterakan masyarakat dengan hasil panen yang didapatkan.

"Jadi suatu saat pada saat panen maka masyarakat juga akan terbantu kesejahteraannya karena mempunyai bank hidup yaitu berupa hasil panennya dari pohon hortikultura dan juga image di kota Bogor masyarakat juga akan mulai mengenal kelurahan itu sebagai suatu ikon atau tematiknya," ujar Dian.

Tujuan lainnya, kampung buah juga dibangun sebagai upaya untuk menumbuhkan ketahanan pangan di kota Bogor dan mengurangi adanya impor khususnya pada buah.

"Karena kami pun miris banyaknya buah-buahan yang masuk dari luar negeri. Harapannya dengan ada itu kota Bogor mempunyai ketahanan pangannya dari berbagai jenis buah," tutup Dian.

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Lexi