Duel Klasik Bima Arya dan Ahmad Ru'yat Terulang Kembali
Oleh Husnul Khatimah, pada Jan 12, 2018 | 10:28 WIB
Duel Klasik Bima Arya dan Ahmad Ru'yat Terulang Kembali
Ilustrasi Pilkada 2018. (AyoMediaNetwork/Satrio Iman)

BOGOR, AYOBOGOR.COM – Masyarakat kota Bogor tampaknya diingatkan kembali dengan duel klasik antara Bima Arya Sugiarto dengan Ahmad Ru’yat dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor 2013 lalu. Soalnya, kedua politisi kota hujan ini resmi maju kembali di Pilwalkot 2018.

Kendati Bima dan Ru’yat belum resmi ditetapkan sebagai calon Wali Kota Bogor, tapi kemungkinan besar keduanya akan melenggang di ajang kontestasi politik lima tahunan ini. Syarat-syarat pencalonan sepenuhnya telah diterima oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Bogor. Saat ini, mereka tinggal menunggu hasil tes kesehatan dan keabsahan dokumen persyaratan untuk mendapatkan tiket jadi calon orang nomor satu di Bogor.

Mengingat kembali 2013, Bima dan Ru’yat bersaing begitu ketat. Hal ini terlihat dari perolehan suara keduanya yang tak terlalu berbeda jauh. Saat itu, Bima berpasangan dengan Usmar Hariman. Mereka memperoleh suara sah sebanyak 132.835. Sementara Ru’yat – Aim Halim Hermana mendapat 131/080 suara sah. Dengan demikian, jumlah suara yang mereka dapatkan hanya terpaut 1.755 suara. Jarak yang terbilang tipis.

Ru’yat sendiri mengaku masih ingat betul kenangan itu. Saat itu, kenangnya, ia bersama tim suksesnya sempat menggelar seremoni kemenangan. Soalnya berdasarkan hasil hitung cepat beberapa lembaga survei menyatakan jika Ru’yat menduduki peringkat tertinggi di antara empat paslon lainnya.

"Saya ingat betul ketika pukul 14.30 WIB ditelepon Pak Diani Budiarto (mantan Wali Kota Bogor), saya dinyatakan pemenang, tim sukses semua digundulin, masuk media televisi, kemudian saya digotong. Dan kemudian pada Magrib saya dikabarkan kalah 1.755 suara dan saya tidak menggugat ke MK (Mahkamah Konstitusi)," kenang Ru’yat di Bogor, Rabu (10/1/2018)

Dengan kekalahan tipis itu, Ru’yat sering ditanya oleh pegawai Kementerian Dalam Negeri. “Mengapa memilih legowo lantaran calon-calon di daerah lainnya yang kalah dengan perolehan angka cukup jauh malah beramai-ramai menggugat hasil perolehan suara.” Kira-kira begitu pertanyaan orang-orang saat itu.

AYO BACA : Nyalon Lagi, Ru'yat Targetkan Kemenangan

Ruyat hanya bisa menjawab jika dirinya menghormati apapun hasilnya. “Saya hormati dan saya memberi kesempatan untuk kepemimpinan tersebut tanpa ada hingar-bingar,” katanya. Bahkan ia berdoa agar pemerintahan yang dipegang oleh lawan politiknya bisa berjalan lancar.

Kini, lima tahun telah berlalu. Ru’yat kembali maju menantang petahana Bima Arya. Alasannya, dorongan dan aspirasi dari para tokoh ulama, politik, dan masyarakat. Ru’yat maju bersama politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Zaenul Muttaqin. Maju dengan sokongan PKS, PPP dan Partai Gerindra, kini Ru’yat menargetkan kemenangan dan bahkan ia ingin melampaui perolehan suara pada Pilwalkot Bogor 2013.

Petahana yang satu ini tak mau terlena dengan hasil beberapa lembaga survei yang mengunggulkan pasangan Bima – Dedie sebagai pemenang di ajang kontestasi politik lima tahunan ini.

"Tentu saja kami mempelajari hasil survey, tetapi tidak terlena terhadap hasil survei ini karena politik begitu dinamis, politik, begitu cair, sehingga bagi kami semua perlu dicermati dan diwaspadai," ucap Bima.

Dalam Pilwalkot Bogor 2018 ini, Bima dan Ru’yat sebenarnya tak akan bertanding head to head secara langsung. Masih ada dua bakal pasangan calon lainnya yang ikut mendaftar. Ada pasangan Dadang Danubrata – Sugeng Teguh Santoso yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), juga pasangan dari jalur perseorangan Edgar Suratman – Syefwelly Gianyar Djoyodiningrat.

Kendati demikian, jumlah perolehan suara antara pasangan Bima-Dedie dan Ru’yat-Zaenul ini menarik untuk dinantikan kembali. Kita tunggu saja.

AYO BACA : Bima-Dedie: Semua Bakal Calon adalah Lawan Berat

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Lexi