Yamaha NMax

Cerita Mahasiswa IPB Bantu Ifan Seventeen

  Jumat, 28 Desember 2018   Husnul Khatimah
Vokalis Seventeen, Riefian Fajarsyah dan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). (Husnul Khatimah/Ayobogor.com)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM--Vokalis Seventeen, Riefian Fajarsyah atau akrab dipanggil Ifan Seventeen menjadi salah satu korban selamat Tsunami Banten. Kisahnya yang selamat dari dahsyatnya bencana menjadi perhatian publik. Terlebih dalam bencana itu Ifan ditinggal tiga sahabat sekaligus dan juga istrinya.

Dalam kisah yang dialaminya itu banyak cerita yang diungkapkan Ifan kepada publik diantaranya adalah tentang cerita bantuan sekelompok mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) terhadap dirinya usai kejadian berlangsung. Hal ini diungkapkan oleh Ifan melalui unggahan isntastory nya.

"Aku lupa ucapin makasih buat temen-temen BEM KM IPB yang lagi farewell di sekitar kejadian, malah mutusin jadi relawan dadakan, makasih udah kasih aku pulsanya buat nelpon orang rumah pertama kalinya, udah numpangin pick up nya, hujan-hujanan sama-sama, udah kasih support disana makasih ya temen-temen," ungkap Ifan.

Wakil Ketua BEM KM IPB, Surya membenarkan cerita yang diungkapkan Ifan itu. Dia mengaku bertemu Ifan Seventeen bersama-sama mahasiswa lainnya usai bencana terjadi. Ketika itu mereka berada di lokasi kejadian mengadakan kegiatan kemahasiswaan dan beruntung seluruh mahasiswa yang ikut kegiatan selamat dari bencana.

Surya menceritakan, pertemuannya dengan Ifan Seventeen berawal dari keinginan mereka untuk ikut membantu evakuasi korban. Awalnya para mahasiswa tersebut berada di sebuah bukit di dekat lokasi pantai untuk menyelamatkan diri. Kemudian mereka mendengar cerita dari salah seorang warga bahwa di pantai banyak korban yang berjatuhan.

AYO BACA : Lewat Lomba, Mahasiswa IPB Ajak Masyarakat Cintai Film-film Indonesia

"Setelah itu kami lagsung konsolidasi gitu kan, setelah kami dapat kabar dari warga kalau di sana di lokasi bencana masih banyak korban teriak minta tolong tapi sudah tidak ada lagi orang kemudian masih banyak yang hanyut ketarik ke laut akhirnya kami kondolidasi anak-anak BEM konsolidasi yang laki-laki iya ayo kita harus turun (evakuasi korban) karena melihat kondisi masih seperti itu petugas masih minim baru PMI saja dan warga setempat," ujar Surya, Kamis (28/2/12/2018).

Usai menyepakati untuk ikut evakuasi korban, Surya bersama teman-temannya kemudian berjalan ke arah pinggir pantai tempat panggung Seventeen berada. Mereka berjalan sejauh 2,8  kilometer hingga sampai ke pantai.

"Pas sampai dilokasi rata-rata kami baru pertama kali melihat kondisi dan situasi sepeti itu sangat parah disana yang kami lihat benar-benar porak-poranda, bangunan hancur semua kemudian juga ada yang tergeletak di pesisir pantai dan benar-benar banyak," ucap Surya.

"Dan akhirnya kami ketemu juga sama mas Ifan Seventeen itu," tambah Surya.

Saat pertama kali bertemu Ifan Seventeen, Surya melihat suami Almarhum Dylan Sahara itu dalam kondisi wajah yang terlihat pucat usai berhasil menyelamatkan diri dari gulungan tsunami.

AYO BACA : Tsunami Selat Sunda: Dosen IPB Jadi Korban

"Kami bertemu mas Ifan Seventeen itu dengan kondisi mas Ifan itu pakai kaos celana pendek dan kondisinya sangat pucat dan ternyata beliau baru saja menyelamatkan diri disana dari tengah pantai jadi beliau terhantam arus kemudian terseret ke tengah pantai kemudian menyelamatkan diri," terang Surya.

Saat bertemu dengan Ifan, Surya juga melihat korban-korban selamat lainnya yang berjumlah sekitar 15 orang dengan beragam usia mulai dari yang kecil hingga dewasa.

Korban-korban selamat itu kemudian dievakuasi oleh mahasiswa IPB tersebut dengan memindahkan mereka ke saung-saung terdekat untuk kemudian dinaikan ke mobil PMI untuk dibawa ke lokasi yang lebih aman.

"Enggak banyak yang selamat pas kami menemui, itu disana itu ada sekitar 15 orang yang selamat, ada yang masih anak-anak, remaja, dewasa dan ada juga petugas hotel yang selamat. Yang saat itu langsung dievakuasi pas kita sampai sana sekitar pukul 1 dini hari. Kami disana dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 4 pagi. Jadi proses evakuasinya menyisir pantai, jenazahnya diangkut dkumpulkan di satu titik bangunan yang masih utuh waktu itu saung-saung gitu. Kemudian kita naikan ke mobil warga dan mobil PMI," jelas Surya.

Dia mengatakan dengan banyak korban tsunami itu dirinya bersama mahasiswa IPB lainnya sangat bersyukur selamat dari bencana tersebut dengan berlari ke lokasi yang lebih tinggi. Mereka pun bersyukur sempat ikut membantu evakuasi korban.

"Alhamdulillah waktu awal sempat trauma, shock tapi Alhamdulillah setelah evakuasi kembali ke labuhan ke pengungsian. Kemudian kami berkumpul dan kami memutuskan untuk  kembali ke Bogor," tutupnya.

AYO BACA : Kronologis Dua Mahasiswa IPB Terseret Arus


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar