Yamaha Mio S

Festival Tunggul Kawung 2018 Pentaskan Ragam Alat Musik Tepuk

  Kamis, 20 Desember 2018   Husnul Khatimah
Festival Tunggul Kawung 2018 Pentaskan Ragam Alat Musik Tepuk. (ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAHAYOBOGOR.COM--Festival Tunggul Kawung tahun ini terasa lebih semarak dari tahun sebelumnya. Agenda tahunan Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor itu tidak hanya diisi oleh pelaku seni di Kota Bogor namun juga dari berbagai daerah lainnya.

Para penyaji yang ikut memeriahkan Festival Tunggul Kawung antara lain Galuh Pakua (Ciamis), Sinar Pusaka (Subang), Sela Awi, Rengganis (Purwakarta), Bale Seni Ciwasiat (Pandeglang), Lebak Membara (Kabupaten Lebak), dan penyaji dari Kota Bogor seperti Sanggar Lingar Mandiri, Setia Wargi, Katapel serta Gendis Pamentas

Ketua Festival Tunggul Kawung, Jimmi Carter mengatakan dalam festival kali ini pihaknya mengangkat khasanah budaya kesenian yang ada di Indonesia, khususnya alat musik tepuk.

Menurut Jimmi Indonesia sangat kaya akan kesenian alat musik tepuk namun kesenian tersebut selama ini sangat jarang terekspos.

"Kita gak pernah tahu di Bengkulu ada dol, di Lombok ada gendang belek, di Pandeglang ada bedugnya, nah ini jarang sekali di skspos alat musik tepuk jadi kita coba mengangkat alat musik itu kepada masyarakat untuk menunjukkan betapa kayanya Indonesia," ujar Jimmi disela-sela festival yang digelar di Gedung Kemuning Gading, Rabu (19/12/2018) malam.

Dia menuturkan kekayaan musik tepuk tanah air itu harus terus diapresiasi dengan memberikan kesempatan untuk melakukan pementasan seperti dalam festival. Hal ini tak lain sebagai upaya pelestarian alat musik tersebut.

"Harus diapresiasi kalau tidak nanti punah dengan alat musik yang tidak terekspos orang nantinya gak tahu dan gak ada yang mainin, akhirnya hilang. Kita mau gali ini selain daripada menggali kreatifitas daripada teman-teman seniman dan menjadikan even budaya ini even kesenian di Kota Bogor yang mungkin suatu saat bisa meningkatkan wisatawan untuk datang ke Kota Bogor," terang Jimmi.

Kedepan Jimmi berharap Festival Tunggul Kawung terus menyajikan hal-hal yang baru kepada masyarakat dengan peserta yang lebih banyak dan tentunya lebih meriah lagi.

"Kita harapkan tahun depan bisa skala nasional bahkan internasional," tukas Jimmi.

Senada dengan Jimmi Wakil Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor, Sanusi mengatakan Festival Tunggul Kawung menampilkan garapan alat musik tepuk sesuai ciri khas wilayah masing-masing. Melalui festival gambaran kekayaan alat musik tepuk akan makin terlihat dan beragam.

"Festival Tunggul Kawung tidak hanya menjadi aksi budaya yang menghibur, tetapi juga gambaran betapa kayanya ragam budaya alat musik membranophone di nusantara yang perlu kita berdayakan,” ucap Sanusi.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar