Yamaha NMax

2020, Taman Topi Punya Wajah Baru

  Rabu, 19 Desember 2018   Husnul Khatimah
Wali Kota Bogor, Bima Arya saat meninjau Taman Topi, Rabu (19/12/2018). (Husnul Khatimah/ayobogor).

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM--Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor saat ini tengah merancang pradesain kawasan Taman Topi. Jika tidak ada aral melintang, pada 2020 nanti taman yang punya ikon patung pahlawan Kapten Muslihat itu bakal disulap dengan wajah baru.

Ciri khas kearifan lokal budaya Sunda akan berpadu dengan sentuhan Islami yang saling terintegrasi. Ide itu bukan tanpa alasan, sebab lokasi taman dengan luas 1,7 hektar itu berdampingan dengan Masjid Agung dan Stasiun Bogor.

Wali Kota Bogor, Bima Arya menginginkan desain pembangunan taman dilakukan dengan saling terintegrasi. Baik integrasi secara akses fungsi, dengan fasilitas toilet dan keamanan. Maupun integrasi akses estetika taman dengan estetika Masjid Agung, yang kini tengah direvitalisasi.

Bima menekankan nantinya Taman Topi tidak hanya menjadi taman biasa, tetapi taman yang memiliki konsep Islami.

"Silakan berkreasi dengan nuansa Islami dengan tetap mempertimbangkan mobilitas masif masyarakat, mulai antisipasi PKL hingga pengguna commuter line," tutur Bima.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogo, Erna Hernawati mengatakan pradesain yang dibuat sudah bagus dan tinggal penyempurnaan, sesuai masukan dari diskusi bersama berbagai stakeholder. Termasuk soal manajemen transportasi dan sinergitas dengan Masjid Agung dan Stasiun Bogor.

Pemkot Bogor ingin ciri khas Taman Topi yang menjadi favorit semua lapisan masyarakat mulai dari anak-anak, ibu-ibu, dewasa hingga lansia, tetap ada. Sehingga tetap bisa dinikmati warga lokal maupun pelancong. Pihaknya menargetkan pada 2019 mendatang, Detail Engineering Design (DED) sudah rampung, sehingga bisa segera muncul estimasi biaya yang dibutuhkan untuk revitalisasi.

"Rencana pada 2020 Insya Allah ada bantuan dari Gubernur Jawa Barat sebesar Rp 5 miliar. Harapannya, warga punya destinasi baru selain Sempur yang konsepnya berbeda dari taman-taman yang sudah ada yakni lebih islami dan lebih nyunda," jelas Erna.

Sementara itu, Tim Konsultan Taman Topi, Yudha Kartana Putra mengatakan, pradesain yang ada sudah melalui tahap penelitian dengan isu utama membenahi dibenahi pergerakan warga di wilayah tersebut. Mengingat ada pergerakan signifikan di Taman Topi dan stasiun.

"Kalau dari kami awalnya mengambil konsep taman yang terintegrasi ruang dan waktu karena kawasan taman topi sarat dengan nilai. Kami pun mengapresiasi semua masukan untuk memodifikasi pradesain menjadi lebih baik,” pungkasnya.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar