Yamaha NMax

Bantuan Bagi Korban Puting Beliung Mesti Terukur

  Selasa, 18 Desember 2018   Husnul Khatimah
Wali Kota Bogor, Bima Arya. (Husnul Khatimah/ayobogor).

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM--Musibah angin puting beliung yang menerjang Kota Bogor menyebabkan sebanyak 1.821 rumah rusak, 100 pohon tumbang, 4 unit kendaraan rusak, dan 1 jiwa meninggal dunia.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan dampak angin puting beliung tersebut begitu masif dan menjadi bencana terbesar yang pernah dialami Kota Hujan.

"Dampaknya begitu masif bukan dalam hal korban jiwa tapi dalam hal kerusakan fisik, di Bogor belum ada musibah bencana sebesar ini," ujar Bima saat jumpa pers di Balai Kota Bogor, Selasa (18/12/2018).

Berdasarakan data, dampak angin puting beliung tersebut sudah rinci dan akan digunakan sebagai pijakan menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak. Menurutnya, semua yang terdampak akan diberikan bantuan oleh pemerintah sesuai kerusakan yang dialami.

"Sejak dari awal kami melakukan pendataan secara rinci dari kelurahan masing-masing karena ini penting untuk memberikan bantuan, pada prinsipnya semua dibantu. Yang meninggal dapat santunan, yang kendaraan rusak bisa ngajukan klaim untuk diproses pemerintah kota," kata Bima.

Luasnya dampak bencana membuat Pemkot Bogor mesti terukur dalam memberikan bantuan kepada warga agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. Mengenai hal itu pihaknya kata Bima sudah memiliki tiga aspek sebagai pijakan untuk memberikan bantuan.

"Saya berikan arahan kepada seluruh jajaran bahwa seluruh pemberian bantuan ini harus memenuhi tiga aspek yakni tepat sasaran, taat aturan dan transparansi," katanya.

Dijelaskan, tepat sasaran adalah bantuan harus sampai kepada yang membutuhkan, tidak ada bantuan fiktif di lapangan dan warga mendapatkan bantuan sesuai porsi kerusakan.

"Tidak ada yang butuh besar dikasih kecil yang butuh kecil dikasih besar, harus tepat sasaran," kata Bima.

Selain itu, taat aturan adalah ketika menyalurkan bantuan harus sesuai dengan aturan dan hukum agar tidak jadi persoalan di kemudian hari.

"Transparansi adalah yang kita lakukan mengalirkan dana APBD dan itu harus transparan, setiap rupiah yang dikucurkan harus dipertanggungjawabkan kepada publik," kata Bima.

Terkait jumlah dana penanganan bencana saat ini telah disiapkan dana sebanyak Rp7,5 miliar lebih yang berasal dari APBD Kota Bogor, bantuan provinsi Jawa Barat dan Donasi Masyarakat. Sebanyak Rp1,4 miliar dari total dana penanganan tersebut telah dikucurkan untuk keperluan tanggap darurat bencana dan lebihnya akan digunakan untuk masa pemulihan atau bantuan perbaikan dampak bencana.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar