Yamaha

Penjelasan BMKG Soal Angin Kencang Landa Bogor

  Senin, 17 Desember 2018   Husnul Khatimah
BMKG. (Istimewa)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM--Tiupan angin tak seperti biasanya melanda Kota Bogor sejak dua hari belakangan. Kencangnya angin juga menyebabkan Kebun Raya Bogor ditutup bagi pengunjung demi keamanan.

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dramaga Bogor, Hadi Saputra mengatakan angin kencang yang menerjang Bogor akibat siklon tropis kenanga yang terjadi di Samudera Hindia.

AYO BACA : Hujan Disertai Angin, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

"Angin kencang dari dua hari kemarin karena efek tidak langsung siklon tropis kenanga di Samudra Hindia," ujar Hadi saat dihubungi ayobogor melalui telepon selulernya, Senin (17/12/2018).

Dia menambahkan siklon tropis kenanga sebenarnya telah mulai menjauh pada Minggu (16/12/2018) namunĀ  demikian saat ini angin kencang masih saja terjadi sebab Kota Bogor tengah berada di musim hujan.

AYO BACA : Penjelasan BMKG Soal Angin Puting Beliung di Bogor

"Siklon tropis kenanga sudah tidak pengaruh lagi, kemarin kenanga sudah berhenti tapi sekarang balik lagi ke situasi musim hujan yang normal dan memang kalau musim hujan angin di daratan itu kencang," terang Hadi.

Menurutnya potensi angin kencang ini diprediksi akan terjadi hingga Maret 2018. Hal ini sejalan dengan potensi musim hujan yang akan berlangsung hingga Maret.

"Potensi itu sampai Maret 2019 karena selama musim hujan selalu ada potensi angin kencang dan potensi hujan itu sampai Maret 2019," kata Hadi.

BMKG sambung dia mengimbau masyarakat agar selalu mewaspadai dengan potensi cuaca angin kencang tersebut termasuk cuaca ekstrem lainnya.

"Berhati-hati ketika sudah terdengar suara petir, hindari berteduh di bawah pohon, papan reklame dan mengadakan aktivitas di tanah lapang, tetap ikuti info dari BMKG," tukas Hadi.

AYO BACA : BMKG: Bogor Rawan Angin Kencang


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar