Yamaha Mio S

Terancam Hilang, Budayawan Minta Sumur Tujuh Dilestarikan

  Kamis, 13 Desember 2018   Husnul Khatimah
Puluhan Budayawan meninjau situs Sumur Tujuh. (Husnul Khatimah/Ayobogor.com)

BOGOR SELATAN, AYOBOGOR.COM--Kabar tentang adanya pengerjaan proyek pembangunan di lokasi situs Sumur Tujuh yang menyebabkan situs terancam hilang mengundang perhatian puluhan budayawan dari berbagai daerah untuk datang langsung ke situs tersebut.

Aktivis Budaya dan Lingkungan, Ully Sigar Rusady mengatakan kedatangan mereka untuk memastikan tentang kebenaran kabar tersebut sekaligus sebagai bukti bahwa para budayawan menginginkan situs peninggalan kerajaan Pajajaran itu dilestarikan.

"Selaku pecinta budaya kami spontan semua datang kesini karena untuk melestarikan cagar budaya. Kita hadir disini kita mendukung untuk kita sepakat pelestarian budaya," ujar Ully usai mengunjungi lokasi Sumur Tujuh, Kamis (13/12/2018).

AYO BACA : Sumur Tujuh Peninggalan Kerajaan Pajajaran di Bogor Terancam Hilang?

Usai melihat secara langsung, Ully menilai pemerintah perlu untuk mengantisipasi agar situs tidak rusak akibat aktivitas pembangunan dengan cara mengambil alih lahan dari pemiliknya tanpa ada paksaan dan kemudian sumur tujuh dijadikan cagar budaya.

"Setelah melihat ini, kerusakan memang perlu diantisipasi dengan memberikan pemahaman kepada pemiliknya karena dia beli lahan ini bukan dengan niat jahat jadi berikan pemahaman. Saya sangat berharap pemerintah mengambil alih dengan bijaksana tanpa merugikan pemilik dan ini dijadikan cagar budaya," terang Ully.

Menurutnya penting untuk melestarikan peninggalan masa lampau karena bangsa Indonesia besar tak terlepas dari kebesaran peradaban masa lampau dan peninggalan masa lampau jika dirawat bisa menjadi sumber penghidupan masyarakat seperti menjadikan sebagai objek wisata.

AYO BACA : Jaga Warisan Leluhur, Warga Bogor Bersihkan Tugu Kujang

"Mudah-mudahan pemerintah dapat mendengar imbauan kami semua agar pemerintah mengambil alih tempat ini kalau perlu beli lahan ini," tegas Ully.

"Saya percaya pak wali peduli, dia sempat juga mencari tahu ini cagar budaya atau bukan namun kami tetap minta kalaupun ini bukan cagar budaya, namun perlu kita ketahui ini adalah peninggalan Pajajaran sehingga perlu dilestarikan," tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Sahlan Rasyidi mengatakan akibat adanya aktivitas pembangunan di lokasi tersebut, Pemerintah Kota Bogor telah menemui pemilik lahan untuk mencari tahu legalitas pembangunan. Namun kemudian pemilik lahan berkilah bahwa di lokasi tersebut tidak ada sumur tujuh.

"Pemilik lahan kita sudah ngobrol langsung dan dia sendiri mengaku tidak ada sumur tujuh, mungkin dia tidak tahu, lalu saya bilang ada sumur tujuh disana yaitu tujuh mata air yang sering digunakan ratu Pajajaran sehingga harus dilestarikan," ucap Sahlan.

Dengan adanya kejadian ini menurut Sahlan Sumur Tujuh tegasnya harus tetap dilestarikan dan upaya pelestarian menjadi tanggung jawab bersama sebab situs adalah peninggalan sejarah milik bersama.

"Pelestarian tetap tugas kita bersama terutama yang memeliharanya adalah pemerintah daerah, nanti kita akan pasang papan bahwa ini cagar budaya dan tugas kita selain mengawasi akan ada kuncen disini," ujar Shahlan.

AYO BACA : Sejarah Kota Bogor Bakal Didigitalisasi


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar