Yamaha NMax

Investasi di Kota Bogor Masih Konservatif

  Jumat, 30 November 2018   Husnul Khatimah
Kepala DPMPTSP Kota Bogor, Denny Mulyadi

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan investasi di Kota Hujan sepanjang tahun 2018 masih berada pada angka yang konservatif sehingga dibutuhkan ekspose yang lebih untuk kebutuhan penataan infrastruktur.

"Menurut saya masih pada angka yang konservatif oleh karena itu berusaha untuk mengeskpos lagi untuk kebutuhan-kebutuhan penataan infrastrukturnya terutama yang terkait prioritas kita, disitulah makanya Pemkot agak agresif untuk membangun jaringan ke depannya," ujar Bima usai acara temu investor, Kamis (28/11/2018).

Melalui jaringan tersebut lanjut Bima ada beberapa kawasan di Kota Bogor yang betul-betul membutuhkan sentuhan investasi agar ada percepatan, misalnya penataan Pasar Bogor dan sekitarnya, pembenahan Terminal Baranangsiang serta kawasan Stasiun Bogor dan sekitarnya,

“Itu investasi untuk infrastruktur,” kata Bima.

Investasi selanjutnya dibidang jasa dan wisata, menurut Bima diperlukan pengaturan karena mengalir dengan deras. Kota Bogor merupakan surga bagi kuliner, pada intinya harus diatur agar sesuai dengan tata ruang Kota Bogor.

Menurutnya yang menjadi persoalan investasi selama ini adalah sistem birokrasi dan regulasi. Mulai dari hubungan dengan pemerintah pusat hingga kesiapan regulasi dan koordinasi di antara dinas. Selain harus lincah dengan terobosan dan inovasi, aturan yang ada tidak menghambat.

Bima menambahkan, investasi yang dibutuhkan Kota Bogor saat ini lebih kepada infrastruktur yang dinilainya masih kurang.

Sementara untuk mendukung para pengusaha baru, Bima menegaskan Pemkot Bogor memberikan kemudahan dalam birokrasi dan perizinan, memberikan informasi yang diperlukan dan membuka jaringan yang dibutuhkan.

Kepala DPMPTSP Kota Bogor, Denny Mulyadi menyebutkan sesuai amanat yang diberikan pihaknya terus berupaya secara maksimal untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang perizinan..

Pelaksanaan Temu Investor 2018 ini menurutnya bertujuan sebagai salah satu upaya menggiatkan, memotivasi dan memicu serta menggugah para investor kepada para pengusaha ekonomi kreatif yang mulai memanfaatkan perkembangan teknologi informasi.

“Pemerintah Kota Bogor membuat satu kebijakan berkaitan dengan para pengusaha UKM untuk memperoleh izin usaha. Khusus untuk usaha online, Pemkot Bogor masih menunggu kebijakan atau regulasi dari pusat,” kata Denny.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar