Yamaha NMax

Suap Meikarta, KPK Telah Periksa 64 Saksi

  Rabu, 14 November 2018   Husnul Khatimah
Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah. (ayobandung.com/Husnul Khatimah)
BOGOR UTARA, AYOBANDUNG.COM--Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan pihaknya telah memeriksa sebanyak 64 saksi untuk mengungkap dugaan suap proyek Meikarta yang melibatkan sejumlah pejabat Kabupaten Bekasi dan Lippo Group.
 
"Saksi yang kami periksa dari berbagai unsur yang paling dominan saksi yang kami periksa adalah saksi dari unsur swasta termasuk diantaranya pegawai dan pejabat dari Lippo Group dan perusahaan terkait Lippo Group ada juga dari Pemkab dan Pemprov juga kami periksa," ujar Febri di Bogor, Rabu (14/11/2018).
 
Dari puluhan saksi yang diperiksa tersebut KPK berhasil mengindentifikasi sejumlah hal mulai dari proses perizinan, aliran dana, dan sumber dana. Termasuk menetapkan sembilan tersangka dua diantaranya adalah Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro.
 
Teranyar terkait para saksi KPK akan melakukan klarifikasi terhadap adanya indikasi penundaan penanggalan (backdate) terhadap sejumlah dokumen perizinan proyek Meikarta.
 
"Dugaan backdate ini yang kami klarifikasi terhadap sejumlah saksi, ini penting untuk memastikan nantinya apakah pembangunan proyek itu dilakukan padahal perizinan belum selesai atau pembangunan dilakukan setelah izin karena kami harus memastikan apa saja transaksi dari suap yang diduga diberikan kepada Bupati Bekasi dan sejumlah pihak," jelas Febri.
 
KPK berharap kepada para saksi terkait suap proyek Meikarta dapat memberikan keterangan dengan sebenarnya. Sebab belakangan lembaga antirasuah tersebut mendapatkan sejumlah informasi yang tidak sinkron dari para saksi.
 
"Ada beberapa informasi yang tidak sinkron yang kami dapatkan pada saat pemeriksaan. Perlu kami ingatkan kalau saksi bicara tidak benar ada ancaman pidana jadi kami ingatkan agar KPK tidak perlu menggunakan pasal pidana tersebut dengan ancaman 3 tahun," kata Febri.
 
Sementara terkait tersangka baru hingga saat ini KPK belum kembali menemukannya. Namun tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru seiring berjalannya proses penyelidikan kasus tersebut.
 
"Kalau tersangka baru sejauh ini belum ada tapi tentu KPK terus mengembangkan kasus ini, kami juga melihat apakah ada pihak lain yang bertanggung jawab di sini," pungkas Febri.

AYO BACA : 50.000 Lebih Warga Kota Bogor Belum Punya KTP-EL

AYO BACA : Makanan Penyebab Warga Cigudeg Keracunan Diperiksa Di Laboratorium


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar