Yamaha NMax

Polisi Ungkap Penyuntikan Gas Elpiji 'Melon'

  Rabu, 05 September 2018   Husnul Khatimah
Tiga orang pelaku praktik ilegal penyuntikan gas elpiji bersubsidi. (Husnul/ayobogor)

CIBINONG, AYOBOGOR.COM--Polisi Resort Bogor berhasil menangkap tiga orang pelaku praktik ilegal penyuntikan gas elpiji bersubsidi yang dipindahkan ke tabung gas non subsidi.

Kapolres Bogor AKBP Andy Mochamad Dicky mengatakan kasus ini terungkap setelah adanya indikasi kegiatan penyuntikan tabung gas yang dilakukan di Kampung Garapan Babakan, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi.

Atas indikasi itu kemudian polisi melakukan penyelidikan pada tanggal 20 Agustus dengan mendatangi sebuah bangunan yang diduga menjadi tempat yang dijadikan pelaku sebagai lokasi praktik penyuntikan tabung gas.

"Para pelaku didapati sedang melakukan kegiatan penyuntikan gas LPG tersebut. Setelah itu, para pelaku berikut barang buktinya diamankan dan bawa ke Polres Bogor," ujar Dicky dalam konferensi pers, Rabu (5/9/2018).

Dicky mengatakan praktek ilegal penyuntikan gas dilakukan dengan menggunakan pipa besi sebagai regulator. Para pelaku memindahkan Gas elpiji bersubsidi 3 kg ke tabung gas elpiji 12 kg dan 50 kg yang tidak bersubsidi.

"Gas LPG 12 kg dan 50 kg yang merupakan hasil dari kegiatan penyuntikan tersebut dipasarkan ke toko dan warung di sekitaran wilayah Cileungsi dan Bekasi," kata Dicky.

Dalam pengungkapan kasus itu polisi menyita sejumlah barang bukti yakni 550 buah tabung gas LPG 3 kg yang terisi, 200 buah tabung gas LPG 3 kg kosong. 70 Buah tabung gas LPG 12 kg kosong. 12 Buah tabung gas LPG 50 kg kosong. 11 Buah tabung gas LPG 50 kg isi dan 29 buah pipa besi yang difungsikan sebagai regulator.

Polisi akan menjerat pelaku dengan pasal tentang perlindungan konsumen dan pasal tentang Metrologi legal, dengan ancaman pidana kurungan maksimal 5 tahun dan denda paling banyak Rp2.000.000.000.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar