Yamaha NMax

Salat Iduladha di Kota Bogor Dipusatkan di Masjid Raya

  Rabu, 22 Agustus 2018   Husnul Khatimah
Salat Iduladha di Kota Bogor dipusatkan di Masjid Raya yang berlokasi di Jalan Padjajaran berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh ribuan jamaah, Rabu (22/8/2018).

BOGOR UTARA, AYOBOGOR.COM -- Salat Iduladha di Kota Bogor dipusatkan di Masjid Raya yang berlokasi di Jalan Padjajaran berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh ribuan jamaah, Rabu (22/8/2018).


Ibadah shalat Iduladha di Masjid Raya itu turut dihadiri oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat dan sejumlah unsur Muspida lainnya.

Berdasarkan pantauan ayobogor, warga memadati masjid sekira pukul 06.00 WIB. Masjid Raya yang memiliki ukuran besar tidak cukup menampung ribuan jamaah sehingga lebih dari separuh jamaah yang hadir tumpah ruah Shalat di halaman masjid.

Dalam Shalat Iduladha kali ini Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Urusan Hubungan Luar Negeri, Muhaimin Junaedi bertindak sebagai Khatib dan memberikan khutbah dengan tema kepemimpinan Nabi Ibrahim AS.

Junaedi mengatakan pada tahun 2018 dan 2019 masyarakat Indonesia akan disibukan dengan pemilihan pemimpin. Dalam hal ini hendaknya masyarakat diharapkan memilih pemimpin terbaik dan sosok kepemimpinan nabi Ibrahim bisa dijadikan referensi untuk mencari pemimpin bangsa.

"2018 dan 2019 dikenal sebagai tahun politik oleh karena itu kalau negara Indonesia ini ingin menjadi negara yang penuh keberkahan penuh kedamaian di bawah panji agama Allah rakyat sejahtera dan harmonis maka kita perlu mencari pemimpin yang punya kriteria seperti nabi Ibrahim AS," kata Junaedi.

Dia menjelaskan Nabi Ibrahim adalah seorang sosok pemimpin yang berhasil, pemimpin yang karismatik, pemimpin yang sangat populer, sangat tegas, aspiratif terhadap keinginan masyarakat dan sekaligus berstatus sebagai umaroh dan tokoh.

Para ulama mencatat ada tiga ciri khas yang perlu diteladani dan jadi referensi kalau ingin mendapatkan pemimpin yang baik seperti Nabi Ibrahim pertama adalah memiliki perencanaan yang matang, kedua mengutamakan hukum Allah.

"Dan ketiga Nabi Ibrahim AS gemar berdoa saat menghadapi tekanan dan godaan serta masalah yang dihadapi oleh beliau dan masyarakatnya," kata Junaedi.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar